GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MASA REPRODUKSI

Posted: Maret 31, 2014 in psikologi kebidanan

Menstruasi
Peristiwa paling penting pada masa pubertas anak gadis adalah gejala menstruasi atau haid yang menjadi pertanda biologi dari kematangan seksual. Timbullah kini bemacam peristiwa, yaitu reaksi hormonal, biologis, dan psikis. Proses-proses somatis yang berlangsung secara siklis da terjadi pengulangan secara periodik peristiiwa menstruasi. Semua ini bisa berproses dalam suasana hati yang normal pada anak gadis, tapi kadang juga bisa berjalan tidak normal yang bisa menimbulkan macam-macam masalah psikosomatis (penyimpangan-penyimpangan dan gangguan psikis yang menimbulkan gangguan pada kesehatan jasmaniah).

Secara normal menstruasi berlangsung kira-kira pada usia 10-14 tahun. Cepat lambatnya kematangan seksual dipengaruhi oleh faktor fisik, ras, suku, bangsa, iklim, cara hidup, dan meliev (lingkungan), juga termasuk badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis, umpamanya bisa memperlambat tibanya menstruasi.
Hal yang penting bagi psikologis dalam membahas menstruais adalah menstruasi sebagai suatu pengalaman psikis, karena jauh sebelum menstruasi itu mulai, setiap anak gadis sudah mempunyai antisipasi. Periode antisipasi ini disebut juga periode penantian. Ini segera diakhiri oleh kematangan dan tibanya haid atau menstruasi.
Fase tibanya haid ini merupakan suatu periode dimana wanita telah siap secara biologis menjalani fungsi kewanitaannya dan diterimanya masa kematangan seksual ini dengan senang dan bangga, karena secara biologis ia sudah dewasa. Namun semakin muda usia si gadis dan semakin belum siap ia menerima peristiwa haid, akan semakin terasa kejam mengancam, karena pengalaman menstruasi terasa pahit menyebalkan sebagai gangguan sebagai reaksi ketakutan dalam anggapan dan fantasi anak gadis tersebut.

Gambaran-gambaran khayal yang serba menakutkan dan keliru mengenai menstruasi itu pada galibanya mulai timbul pada masa kanak-kanak. Gambaran-gambaran tersbut merupakan pengertian yang salah dan keliru terhadap informasi-informasi yang tidak riil, yaitu informasi dari orang tua yang salah atau kenalan yang penuh tahayul menakutkan yang sifatnya mengenai perdarahan atau haid.

Beberapa Gejala Patologi yang Menyertai Menstruasi
Banyak anak gadis dan wanita dewasa yang selama masa haidnya terus-menerus tinggal di tempat tidur sekalipun ia tidak merasakan sakit sedikitpun juga.
Pada anak gadis yang mempunyai kecenderungan yang pertama itu bisa mengakibatkan kemunculan beberapa tingkah laku patologi, diantaranya :

1. Kompleks kastrasi
Kompleks kastrasi atau trauma genitalia yaitu reaksi psikis tertentu pada saat haid pertama. Dalam psikoanalisa, trauma genitalia adalah shock emosional (Dr. Helena Deutsch).
Pada beberapa peristiwa kompleks kastrasi ini muncul gambaran-gambaran fantasi yang aneh-aneh yang dibarengi kecemasan dan ketakutan yang tidak riil disertai perasaan bersalah dan berdosa yang semuanya berkaitan dengan masalah perdarahan pada kelamin dan proses haidnya. Menstruasi itu juga dianggap sebagai kotoran dan hal-hal yang haram dan dipautkan dengan dosa dan hal-hal yang menjijikkan.
2. Teori cloaca
Sewaktu haid pertama itu kadang-kadang muncul anggapan yang keliru, yaitu anggapan yang sesuai dengan teori “cloaca” (saluran buang atau membuang kotoran tempat ernuaranya saluran kencing dan usus) yang menyatakan segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor, najis, menjijikkan, dan merupakan tanda noda dan tidak suci. Atas dasar pandangan yang keliru ini timbul kemudian rasa malu, rasa diri tidak bersih dan tidak suci, merasa diri kotor bernoda dan diliputi emosi-emosi negatif lainnya. Dari perasaan negatif tersebut mungkin akan timbul pula perasaan sangat lemah karena merasa kehilangan banyak darah dan merasa sakit-sakitan sehingga tidak berani keluar rumah. Untuk selanjutnya saat menstruasi tersebut senantiasa dipakai sebagai alasan untuk exeuus agar ia dibebaskan dari tugas-tugas tertentu atau dipakai untuk menghindari kewajiban-kewajiban tertentu.
3. Phobia
Phobia adalah ketakutan yang tidak beralasan atau tidak riil. Gejala ini merupakan sifat kemunculan yang mengarah ke tingkah laku patologis. Phobia pertama kali digunakan sebagai istilah kedokteran Celcus, seorang bangsa Romawi pencipta ensiklopedi.
4. Hypochondria
Hypochondria adalah rasa batin/hati yang sangat tertekan dan kemurungan yang bersifat patologis, kadang-kadang dibarengi dengan ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan terhadap kesehatannya dan diikuti fantasi-fantasi sakit mengenai kegagalan diri.
5. Paranoid
Paranoid adalah reaksi-reaksi kegilaan, bayangan-bayangan dan pikiran-pikiran kegilaan dan yang bukan-bukan.
6. Psychogene amenorrhe
Psychogene amenorrhe adalah tertundanya atau terhentinya haid yang bersifat patologis karena gangguan psikis. Jika anak gadis pada haid pertamanya terjadi penolakan, maka kejadian ini bisa mengakibatkan proses pengereman fungsional dan pengereman tadi berubah jadi retensi pada menstruasi (keberhentian haid). Hal ini diakibatkan oleh reaksi dari kejutan atau reaksi shock yang dialami oleh gadis remaja ketika mengalami perdarahan atau menstruasi yang pertama. Tapi pada usia yang lebih tua penolakan tersebut bisa menimbulkan penyakit psychogene amenorrhe. Biasanya penyakit ini hanya dapat diobati denga terapi psikis.

sumber : Pengantar Psikologi Kebidanan, Penulis Marmi, S.ST, M.Kes dan Margiyati, S.ST, M.Kes, Penerbit Pustaka Pelajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s