Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran (2)

Posted: September 23, 2013 in teknologi pembelajaran

15032012(001)Analisa Kebutuhan Pembelajaran

Morrison (2001) membagi fungsi analisa kebutuhan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan yang relevan dengan pekerjaan atau tugas khusus yaitu masalah apa yang mempengaruhi penyajian.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang mempunyai pengaruh terkait dengan finansial, pengaruh keamanan atau masalah lain yang menggangu pekerjaan atau lingkungan pendidikan
  3. Menyajikan prioritas-prioritas untuk memilih tindakan.
  4. Menyediakan data untuk menilai efektifitas dari pembelajaran.

Menurut Burton & Merrill dalam Morrison (2001), ada enam kategori kebutuhan yang biasa digunakan untuk merencanakan dan mengadakan analisa kebutuhan:

  1. Kebutuhan Normatif, yaitu membandingkan peserta didik dengan standar nasional.
  2. Kebutuhan Komparatif, yaitu membandingkan status peserta didik dengan ukuran atau status eksternal, namun demikian kebutuhan ini diidentifikasikan dengan membandingkan kelompok target dengan sebaya dari di sekolah lain sebagai lawannya.
  3. Kebutuhan yang dirasakan, yaitu keinginan atau kebutuhan yang miliki individu untuk meningkatkan baik kinerjanya maupun peserta didiknya.
  4. Kebutuhan yang diekspresikan, menjelaskan kebutuhan yang diekspresikan sebagai kebutuhan yang dirasakan yang diwujudkan dalam aksi.
  5. Kebutuhan diantisipasi atau masa depan, berarti untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang akan muncul di masa depan.
  6. Kebutuhan Insidentil yang mendesak, yaitu kegagalan yang jarang namun memiliki dampak yang signifikan.

Melakukan Analisa Kebutuhan

Ada empat tahap dalam melakukan analisa kebutuhan yakni perencanaan, pengumpulan data, analisa data dan menyiapkan laporan akhir : ( Morrison, 2001)

  1. Perencanaan : Penilaian kebutuhan yang efektif fokus pada satu klasifikasi pekerjaan atau audiens target.
  2. Pengumpulan data : perlu mempertimbangkan besar kecilnya sampel dan penyebarannya sebagai syarat mengumpulkan data.
  3. Analisa data : setelah data terkumpul kemudian data dianalisis dengan pertimbangan : ekonomi, dampak, rangking, frequensi dan kebutuhan.
  4. Membuat laporan akhir : dalam sebuah laporan analisa kebutuhan mencakup empat bagian; ringkasan dari tujuan penelitian, ringkasan proses, ringkasan hasil dengan satu atau lebih table dan narasi singkat, rekomendasi yang yang diperlukan yang berbasis data.

Membicarakan tentang analisis tujuan tidak bisa dipisahkan dengan input yang terkait dengan masalah dan proses analisa kebutuhan.

Atwi Suparman (2001) ada 8 langkah dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran sebagai berikut:

  1. Langkah 1

Mengidentifikasi kesenjangan hasil prestasi saat ini dengan yang diidealkan. Untuk memperoleh data tersebut menggunakan cara ; membaca laporan tertulis observasi, wawancara, angket dan dokumen.

  1. Langkah 2

Sebelum mengambil tindakan pemecahan masalah, kesenjangan tersebut harus dinilai terlebih dahulu dari segi:

  1. Tingkat signifikasi pengaruhnya.
  2. Luas ruang lingkup.
  3.  Pentingnya peranan kesenjangan terhadap masa depan lembaga atau program.
  4. Langkah 3

Yang dilakukan dalam langkah ini:

  1. Menganalisis kemungkinan penyebab kesenjangan melalui observasi,wawancara, analisa logis.
  2. Memisahkan kemungkinan penyebab yang tidak berasal dari kekurangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk diserahkan penyelesaiannya kepada pihak lain.
  3. Mengelompokkan kemungkinan penyebab yang berasal dari kekurangan pengetahuan ketrampilan dan sikap tertentu untuk diteruskan ke langkah 4.
  4. Langkah 4

Menginterview siswa untuk memisahkan antara yang sudah pernah dan yang belum memperoleh pendidikan, bagi yang sudah berpendidikan melanjutkan ke-langkah 5 dan bagi yang belum meneruskan ke-langkah 8.

  1. Langkah 5

Bagi peserta yang sudah berpendidikan pada langkah ini dikelompokkan lagi mejadi peserta yang sering mengikuti pendidikan menuju ke-langkah 6 dan jarang mengikuti pendidikan melanjutkan ke-langkah 7.

  1. Langkah 6

Kelompok yang sudah sering mendapat pendidikan diberi umpan balik atas kekurangannya dan diminta untuk mempraktekkan kembali sampai dapat melakukan tugasnya seperti yang diinginkan.

  1. Langkah 7

Bagi kelompok yang masih jarang mengikuti pendidikan diberi kesempatan lebih banyak untuk berlatih kembali, ini perlu disupervisi dari dekat agar mencapai hasil yang diinginkan.

  1. Langkah 8

Untuk kelompok peserta yang belum pernah memperoleh pendidikan perlu dibuatkan intruksional yang mencakup pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk diketahui peserta. bersambung [soepri]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s