Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran (1)

Posted: Juli 14, 2013 in teknologi pembelajaran

Pengantar

14032012Pendidikan adalah suatu kegiatan makro, dalam pendidikan terdapat perbuatan belajar baik oleh peserta didik maupun pendidik. Kegiatan belajar merupakan suatu kegiatan intensional yang bertujuan untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang relatif permanen, lebih maju dan lebih efisien (M.Jumali, Surtikanti, dkk, 2004). Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa tujuan manusia belajar adalah untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik, dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga ilmu yang mereka peroleh melalui proses belajar dan mengajar dapat diterapkan dalam kehidupannya. Sehingga adanya perubahan ke arah positif merupakan indikator bahwa seseorang telah belajar.

Demi mencapai tujuan tersebut, maka sebelum memulai proses belajar seorang pendidik perlu mengadakan identifikasi terlebih dahulu terhadap kebutuhan masing-masing peserta didiknya, baik itu secara individual ataupun kelompok, agar apa yang disampaikan oleh pendidik dalam proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh peserta didiknya serta tercapai tujuan yang telah direncanakan. Mengingat pentingnya pengidentifikasian kebutuhan pembelajaran, maka kami akan menyampaikan sedikit materi tentang “Identifikasi Kebutuhan pembelajaran”

 Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran

Identifikasi berasal dari kata “identify” yang artinya meneliti, menelaah. Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarlan, mencatat data dan informasi dari lapangan.

 Menurut Morrison (2001) ”Needs are definied as a gap between what is expected and the existing conditions instructional designers are primarily interested in gaps when actual performance does not equal or exceed expected performance.”  Yang kurang lebih artinya  Kebutuhan didefinisikan sebagai kesenjangan antara apa yang diharapkan dan kondisi yang ada. Desain pembelajaran menitik beratkan pada kesenjangan ketika kinerja aktual tidak sama dengan atau melebihi kinerja yang diharapkan

Senada dengan Morrison, Kaufman berpendapat”Many insight into the needs assesment process, including (1) the distinction between measn and ends in terms of what organization do, and (2) areas in which organizations have problems”. Kurang lebih artinya berpendapat banyak hal yang penting dalam proses menilai kebutuhan yang didalamnya terdapat (1) perbedaan antara dua hal yang dimengerti dan tidak dimengerti di situasi yang dilakukan (2) Wilayah yang mempunyai persoalan (Kaufman, dalam Dick, 2001)

Assesment ini merupakan komponen yang penting dari keseluruhan proses kegiatan, seperti pendapat Dick (2001) “Needs assesement is a critical component of the total design process”. Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat dikatakan bahwa need assessment disama artikan dengan identifikasi kebutuhan. Identifikasi kebutuhan dilakukan di kegiatan apapun termasuk untuk proses pembelajaran, karena proses pembelajaran merupakan hubungan aktif antara guru (trainer) dengan peserta didik (educator) yang membutuhkan saling kepedulian yang tinggi.

 Pembelajaran menurut Daeng dalam Uno (2006) adalah upaya untuk membelajarkan siswa secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Senada dengan pendapat tersebut disampiakn oleh Nasution dalam Sugihartono dkk (2007) mendefinisikan pembelajaran  sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar mengajar.

 Identifikasi kebutuhan pembelajaran adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk meneliti dan menemukan hal-hal yang diperlukan dalam pembelajaran dan hal-hal yang dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri, baik itu proses belajar yang berlangsung di lingkungan keluarga (informal), sekolah (formal), maupun masyarakat (non-formal). [soepri]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s