Pengantar Komunikasi dan Konseling

Posted: Juni 3, 2013 in kuliah komunikasi dan konseling
  1. Pengertian komunikasi

Komunikasi berasal dari bahasa inggris communication, bahasa latin comunicatio, yang berarti proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Beberapa ahli menyampaikan pengertian komunikasi. Taylor (1993) mengemukakan komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan.Burgess (1988) mengemukakan komunikasi adalah penyampaian informasi, makna dn pemahaman dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Yuwono (1985) mngemukakan komunikasi adalah kegiatan mengajukan pengertian yang diinginkan dari pengirim informasi kepada penerima informasi dan menimbulkan tingkah laku yang diinginkan penerima informasi.

Ada beberapa jenis komunikasi :

Komunikasi massa : penyampaian pesan dari seseorang kepadasekelompok orang,biasanya sebagian besar masyarakat. Misalnya pidato kampanye atau khotbah.

Komunikasi intrapersonal : penyampaian pesan seseorang kepadadirinya sendiri. Misalnya berbicara dalam hati.

Komunikasi interpersonal : penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain, bersifat dua arah, secara verbaldan nonverbal. Misalnya antara bidan dengan klien.Termasuk di dalamnya komunikasi:

Antara dua orang adalah komunikasi dar seseorang ke orang lain, dua arah interaksiverbal dan non verbal yang menyangkut saling berbagi informasi dan perasaan.

Antar tiga orang atau lebih (komunikasi kelompok/grup kecil), menyangkut komunikasi dari orang ke beberapa orang lain (kelompok kecil). Masing-masing anggota menyadari keberadaan anggota lain, memiliki minat yang sama dan atau bekerja  untuk satu tujuan.

Dalam bidang kesehatan, terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal yang efektif dengan peningkatan kesehatan. Bagaimana cara bidan melakukan komunikasi berpengaruh pada hasil sepertikepuasan atau kedatangan kembali klien, klien akan mematuhi aturan pemakaian/ pengobatan dan hal ini akan meningkatkan kesehatannya.

  1. Proses komunikasi

Dalam komunikasi, setidaknya harus ada komunikator, pesan, saluran komunikasi, metode komunikasi, bentuk komunikasi, dan teknik komunikasi, yang secara keseluruhan akan membentuk jaringan komunikasi. Komunikator adalah orang yang mau berkomunikasi dengan orang lain,disebut juga pembawa berita/pengirim berita/sumber berita. Pesan adalah berita yang disampaikan oleh komunikator melalui lambang atau gerakan. Saluran komunikasi adalah sarana untuk menangkap lambang yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk persepsi yang memberi makna terhadap suatu stimulus atau rangsangan. Komunikan adalah pihak lain yang diajak berkomunikasi, yang merupakan sasaran dalam kegiatan komunikasi atau orang yang menerima berita atau lambang. Umpan balik adalah hasil atau akibat yang berbalik guna bagi rangsangan atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakan tanggapan langsung dari pengamatan sebagai hasil dari kelakuan individu terhadap individu lain.

Jenis komunikasi ada dua yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagi alat sehingga komunikasi verbal ini sama artinyadengan komunikasi kebahasaan. Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa lisan maupun tulisan, tetapi menggunakan bahasa kial, bahasa gambar, dan bahasa sikap.

Proses komunikasi interpersonal adalah suatu proses dua arah lingkaran interaktif dimana pihak-pihak yangberkomunikasi saling bertukar pesan secara verbal dan nonverbal (arus pesan). Kedua pihak menjadi pengirim dan penerima pesan.Dalam proses ini si penerima menafsirkan pesan pengirim sebelumnya dan memberi tanggapan dengan pesan yang baru, dengan kata lain, komunikasi interpersonal adalah proses tatap muka penyampaian informasi dan saling pengertian antara dua atau lebih.

Model komunikasi interpersonal memfokuskan kepada diri individu masing-masing dan pesan-pesan yang saling dipertukarkan. Tidak ada satupun dari unsur yang ada berdiri sendiri. Arti kata-kata yang diucapkan bisa luas interpretasinya atau artinya. Perubahan interpretasi terjadi karena pengaruh karakteristik dan tujuan dari masing-masing individu, konteks budaya, penempatan pernyataan dalam pertukaran tingkah laku verbal dan nonverbal serta sejarah antar individu yang terlibat.

  1. 3.      Unsur-unsur dalam membangun KIP/K

Dalam membangun suatu komunikasi yang efektif terdapat empat unsur kegiatan yaitu :

Pembinaan hubungan yang baik (rapport)

Penggalian informasi (identifikasi masalah, kebutuhan, perasaan, kekuatan diri, dsb) dan pemberian informasi (sesuai kebutuhan).

Pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan.

Menindaklanjut pertemuan.

  1. 4.      Faktor-faktor penghambat KIP/K
  2. Faktor individual

Orientasi cultural (keterikatan budaya) merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :

  1. Faktor fisik – kepekaan panca indera (kemampuan untuk melihat, mendengar…), usia, jender (jenis kelamin).
  2. Sudut pandang – nilai-nilai.
  3. Faktor sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan social, peran dalam masyarakat, status sosial dan peran sosial.
  4. Bahasa
  5. Faktor-faktor yang berkaitan dengan interaksi
  6. Faktor situasional
  1. Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
  2. Sikap terhadap interaksi
  3. Pembawaan diri seseorang terhadap orang lain (seperti kehangatan, perhatian , dukungan )
  4. Sejarah hubungan.

Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan , situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.

  1. Kompetensi dalam melakukan percakapan

Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua belah pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah:

–       kegagalan menyampaikan informasi penting

–       perpindahan topik bicara yang tidak lancar

–       salah pengertian

 

 

  1. 5.      Bentuk-bentuk Komunikasi

Ada 3 jenis komunikasi :

  • Komunikasi massa
  • Komunikasi intrapersonal (dalam diri seseorang)
  • Komunikasi interpersonal, termasuk didalamnya komunikasi :
  1. Antara dua orang
  2. Antar tiga orang atau lebih (komunikasi kelompok/grup kecil maksimal 10 orang.

Komunikasi Massa

Penyampaian pesan dari seseorang kepada sekelompok besar orang, biasanya sebagian besar masyarakat.

Misalnya: pidato, kampanye atau khotbah.

Komunikasi intrapersonal

Penyampaian pesan seseorang kepada dirinya sendiri.

Misalnya : berbicara dalam hati.

Komunikasi interpersonal

Penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain, bersifat dua arah, secara verbal atau non verbal.

Misalnya : antara bidan dengan klien.

Komunikasi kelompok bagian KIP

Salah satu bentuk komunikasi interpersonal. Menyangkut komunikasi seseorang dengan beberapa orang lainnya. Yang disebut kelompok kecil adalah kelompok yang terdiri dari tiga orang sampai sepuluh orang. Anggota kelompok masing-masing menyadari keberadaan anggota lainnya, mereka memiliki minat yang sama dan atau bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Misalnya : antara bidan dengan sekelompok dukun bayi/kelompok ibu hamil.

Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia (individu) secara tatap muka (face to face), individu dengan individu (person to person), verbal non-verbal.

Sifat dari interaksi ini adalah langsung dan segera, komunikasi interpersonal merupakan inti (core) dari semua hubungan antar manusia (all human relation-ships).

Sedangkan proses komunikasi interpersonal adalah suatu proses dua arah, lingkaran interaktif dimana pihak-pihak yang berkomunikasi saling bertukar pesan secara verbal dan non verbal (arus pesan). Dalam proses ini si penerima menafsirkan pesan pengirim sebelumnya dan memberi tanggapan dengan pesan yang baru. Dengan kata lain, komunikasi interpersonal adalah proses tatap muka penyampaian informasi dan saling pengertian antara dua atau lebih personal. Komunikasi verbal adalah pertukaran informasi, pemikiran atau informasi, pemikiran atau perasaan secara tatap muka melalui suara/ bahasa (audible means)

Komunikasi non verbal adalah pertukaran informasi, pemikiran atau perasaan secara tatap muka melalui cara  “tanpa suara” (non audible means).

Model komunikasi interpersonal memfokuskan diri pada diri individu masing-masing dan pesan-pesan yang saling dipertukarkan. Tidak ada satupun dari unsur yang ada berdiri sendiri. Arti dari kata-kata yang diucapkan bisa luas interpretasi atau artinya. Perubahan interpretasi terjadi karena pengaruh karakteristik dan tujuan dari masing-masing individu, konteks budaya, penempatan pernyataan dalam pertukaran tingkah laku verbal dan non verbal serta sejarah antar individu yang terlibat. Aspek tersebut berarti penempatan pernyataan di dalam pertukaran tingkah laku non verbal mempunyai arti tertentu. Sebagai contoh, seorang bidan atau dokter mengkomunikasikan adanya sikap tergesa-gesa dan kurang sabar ketika ia menyela pembicaraan seseorang.

Dalam bidang kesehatan, terdapat hubungan antara KIP yang efektif dengan peningkatan kesehatan. Bagaimana cara bidan melakukan komunikasi berpengaruh pada hasil seperti kepuasan atau kedatangan kembali klien, klien akan mematuhi aturan pemakaian/pengobatan dan hal ini akan meningkatkan kesehatannya.

KESIMPULAN :

Taylor (1993) mengemukakan komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan.

Burgess (1988) mengemukakan komunikasi adalah penyampaian informasi, makna dn pemahaman dari pengirim pesan kepada penerima pesan.

Yuwono (1985) mngemukakan komunikasi adalah kegiatan mengajukan pengertian yang diinginkan dari pengirim informasi kepada penerima informasi dan menimbulkan tingkah laku yang diinginkan penerima informasi.

Jenis komunikasi ada tiga yaitu, komunikasi massa, komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal (antar dua orang dan komunikasi kelompok)

Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.

Komunikasi efektif mencakup bentuk komunikasi verbal efektif dan non verbal efektif.

Komunikasi verbal efektif mencakup jelas dan ringkas. Perbendaharaan kata mudah dimengerti, mempunyai arti denotatif dan konotatif, intonasi mampu memengaruhi isi pesan, kecepatan bicara yang memiliki tempo dan jeda yang tepat, serta ada unsur humor.

Komunikasi non verbal efektif mencakup penampilan fisik, sikap tubuh dan cara berjalan, ekspresi wajah,dan sentuhan

Proses komunikasi interpersonal adalah suatu proses dua arah lingkaran interaktif dimana pihak-pihak yang berkomunikasi saling bertukar pesan secara verbal dan non verbal (arus pesan).

Unsur-unsur komunikasi ada komunikator, pesan, saluran komunikasi, metode komunikasi, bentuk komunikasi, dan teknik komunikasi, yang secara keseluruhan akan membentuk jaringan komunikasi.

Dalam membina hubungan terapeutik (berinteraksi), bidan melewati empat tahap dan pada setiap tahapnya mempunyai tugas yang harus diselesaikan oleh bidan. Interaksi dengan klien dilakukan secara bertahap, yaitu prainteraksi, perkenalan,orientasi, kerja dan terminasi.

Komunikasi interpersonal belum tentu merupakan konseling, tetapi suatu konseling selalu merupakan komunikasi interpersonal

Unsur-unsur dalam membangun KIP/K :

  • Pembinaan hubungan yang baik (rapport)
  • Penggalian informasi (identifikasi masalah, kebutuhan, perasaan, kekuatan diri, dsb) dan pemberian informasi (sesuai kebutuhan).
  • Pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan.
  • Menindaklanjut pertemuan.

PENUTUP

Komunikasi dua arah memungkinkan bidan untuk menciptakan hubungan terapeutik dengan klien.Hal ini tergambarkan dalam komunikasi yang efektif, suportif, menyembuhkan dan interaktif.

Bidan dapat belajar dari teori dan teknik konseling untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan komunikasi dalam pekerjaannya. Keterampilan komunikasi yang didukung oleh teori yang sesuai dapat membantu bidan dan klien dalam mencapai keberhasilan dalam kualitas pelayanan (excellent service).

Keterampilan petugas yang berupa : empati, bersungguh-sungguh, respek dan mampu memberikan kenyamanan akan turut berkembang seiring dengan berjalannya komunikasi yang efektif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s