Mengubah Opini dengan Film

Posted: Oktober 20, 2012 in kliping

08 Apr 2008

Media audio-visual dapat menjadi alat yang efektif untuk memperjuangkan hak-hak komunitas sebagai warga negara. Melalui media ini, komunitas berusaha menyuarakan kepentingan mereka. Hal ini terlihat pada film dokumenter yang dibuat oleh komunitas waria, gay, remaja jalanan, dan pekerja seks. Hanya saja, seberapa jauh, efektivitas film sebagai media kampanye memang masih tetap dipersoalkan orang. Pasalnya, setiap pemirsa secara bebas sesuai dengan maind-setnya, akan membaca pesan yang sama dengan respons yang berbeda. “Tetapi itulah uniknya media film,” kata Widjanarko ES.

Film dokumenter yang dibuat oleh komunitas menampilkan beberapa sosok baik dari komunitas itu sendiri, masyarakat awam, dan tokoh masyarakat. Dari film tersebut terlihat masih ada sebagian masyarakat yang berpandangan negatif dan mendiskriminasikan komunitas. ‘Waria itu menjijikkan, menyalahi kodrat,’ atau ‘Homo itu menyimpang dari agama,’ adalah komentar yang dilontarkan beberapa orang. Namun, ada pula yang menerima perbedaan itu sebagai dinamika kehidupan. “Latar belakang keluarga yang kurang harmonis, lingkungan yang tidak mendukung, kekerasan yang diterima baik dari orang dekat maupun masyarakat, dan desakan memenuhi kebutuhan hidup menjadi faktor seseorang terpinggirkan dalam statra sosial dan ekonomi,” kata Soepri Tjahjono, Program Manajer Youth Center PKBI DIY.

Meski secara teknis masih banyak kekurangan, tetapi secara keseluruhan dapat menyuarakan kepentingan komunitas. Perlu diingat, film bisa menjadi multitafsir karena setiap pemirsa mempunyai penafsiran yang berbeda-beda tentang sebuah film. “Perjuangan mengubah opini publik terhadap komunitas tidak terhenti dengan dibuatnya film. Perlu adanya komitmen dari komunitas dan pihak-pihak yang peduli untuk terus memperjuangkan hak-hak komunitas,” ujar Widjanarka, konsultan audio-visual PKBI DIY.

Desi

sumber : http://www.pkbi-diy.info/index.php?cid=6&code=0&id=65

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s