KESEHATAN REPRODUKSI MENJADI MUATAN LOKAL: SOLUSI ATAU BEBAN?

Posted: April 27, 2012 in kliping

21 Sep 2011

PKBI DIY kembali menggelar Forum Guru di lantai 2 Klinik PKBI Badran (17/9). Tema kali ini adalah advokasi kesehatan reproduksi (kespro) menjadi bagian dari muatan lokal (mulok). Hal ini sejalan dengan tujuan dilakukannya Forum Guru, yaitu mengakomodasi kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Setiap 3-4 bulan sekali, PKBI DIY memfasilitasi para guru tersebut bertemu untuk berbagi informasi dan menjadi sistem dukungan sosial.

Forum Guru ini dihadiri oleh 26 guru BK dari sekolah yang tersebar di empat kabupaten dan  kotamadya Yogyakarta. Kegiatan dimulai dengan presentasi “Kilas Balik” oleh Supri, pengawas harian PKBI DIY, mengenai pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja yang sudah dirintis dari tahun 1980-an oleh PKBI DIY.

“Kilas Balik” menceritakan tentang kiprah PKBI DIY dari tahun ke tahun atas kepeduliannya terhadap remaja dalam mengakses informasi kesehatan reproduksi. Terkait dengan forum guru,  PKBI DIY telah mengupayakan terbentuknya forum guru sejak tahun 2007. Selain itu PKBI DIY juga bergerak di bidang penelitian di tahun 2009 yang menyatakan adanya perbedaan signifikan antara murid yang mendapatkan materi utuh kesehatan reproduksi dengan murid yang hanya mendapatkan materi sisipannya saja. Riset ini ditinjau dari kesetaraan laki-laki dan perempuan.

Presentasi kemudian dilanjutkan dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari beberapa guru, dimana akhirnya yang menghasilkan kesimpulan bahwa peran Dinas Pendidikan terhadap masalah ini masih dirasa kurang meskipun telah ada tanggapan positif yang diberikan. Anis, selaku ketua Forum Guru, menyampaikan bahwa pada level kebijakan, institusional, dan implementasi, kesehatan reproduksi yang merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi para murid, sulit masuk menjadi muatan lokal. “Ada keterbatasan penyampaian kespro karena aturan guru sekarang harus mengajar 27,5 jam setiap minggunya.”, demikian penjelasan Anis.

Masalah krusial dari informasi kesehatan reproduksi sendiri adalah kreativitas guru dalam penyampaiannya, ketertarikan siswa terhadap informasi tersebut, dan kesiapan orangtua untuk terlibat aktif. Pertanyaan yang muncul dalam forum guru kali ini dan perlu dijawab bersama adalah “Pemberian materi kesehatan reproduksi: solusi atau beban di dunia pendidikan?”

[Sinta]

sumber : http://pkbi-diy.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s