Peer Educator, Peran dalam Advokasi Kesehatan Reproduksi (4-habis)

Posted: Februari 18, 2012 in pendidikan seks

Peer Educator dalam advokasi kebijakan publik

            Wajah baru program peer educator sekarang dan kedepan adalah ruang  aktifitas yang  tidak hanya dalam wilayah peran serta saja, tetapi masuk dalam wilayah kerangka kebijakan publik. Tuntutan masuk ke wilayah ini sudah menjadi konsekuensi logis pada tataran tuntutan hak remaja untuk mendapatkan hak pendidikan kesehatan reproduksi. Seperti diketahui hak pendidikan dan hak kesehatan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara untuk warga negara. Atas dasar itulah kerangka program peer educator merupakan kerangka wilayh advokasi denganbentuk kegiatan yang sinerji dan simultan antar beberapa pihak.

Pendidikan kesehatan reproduksi masuk kedalam kurikulum sekolah dengan menjadi mata pelajaran bila di DIY menjadi muatal lokal, merupakan jawaban atas pemenuhan hak remaja dalam mendapatkan hak pendidikan kesehatan reproduksi. Dalam menuju wilayah dorongan kebijakan tersebut sudah barang tentu peran peer educator akan lebih masuk ke wilayah ranah advokasi keberpihakan ke hak remaja, dan bukan hanya memberikan layanan saja. Konsekuensi logis dari peran ini memungkinkan program yang lebih dinamis dari remaja yang tergabung dalam peer educator.

Titik awal dari pengembangan program yang langsung ke peer educator adalah basis pelatihan yang berubah, pada masa peer educator memberikan layanan maka pelatihan yang diberikan adalah kemampuan komunikasi dan interaksi dengan sesama remaja dan peningkatan pengetahuan. Dalam peran koridor advokasi ini pelatihan sudah masuk ke wilayah pengorganisasian komunitas atau CBO (Community Base Organization), wilayah analisis sosial, wilayah hak dan partisipasi publik, dengan tetap memasukkan peningkatan kapasitas pengetahuan kesehatan reproduksi dan HIV-AIDS. Dalam pelatihan ini mengenal in class yang mengedepankan diskusi untuk mewacanakan serta menganalisis permasalahan sosial dalam dinamika kesehatan reproduksi, in class ini bertujuan untuk mematangkan peer educatar dalam kerja-kerja analisis sosial. Kemudian mengenal pula dengan out class yang berisikan statmen-statmen untuk perjuangan hak reproduksi remaja yang disuarakan kepada publik serta para pembuat kebijakan (legislatif & eksekutif)

Terbangunnya sikap kritis remaja akan perjuangan hak, menjadikan remaja masuk ke wilayah partisipasi dalam kebijakan publik. Dalam prinsip advokasi mengenal prinsip kerja aliansi dan berjaringan, demikian sekarang ini remaja yang tergabung dalam peer educator dari semua sekolah menyatukan diri dalam  Youth Forum. Youth Forum inilah merupakan bentuk dari CBO (Community Base Organization) yang akan menyuarakan suara remaja dengan berjaringan bersama organisasi remaja lainnya. Hearing ke DPRD serta konferensi pers merupakan media yang selama ini digunakan Youth Forum untuk menyuarakan hak reproduksi remaja. Bukti kegigihan remaja akan perjuangan hak dalam moment Hari Pendidikan Nasional tahun 2007 Youth Forum melakukan hearing dengan anggota DPRD Provinsi DIY baik melalui komisi ataupun melalui fraksi serta melakukan konferensi pers di Balai Kota Yogyakarya di depan media cetak dan elektronika. Semuanya tentang tuntutan untuk penghargaan dan pemberian hak untuk remaja, baik hak pendidikan, hak kesehatan sampai dengan hak partisipasi dalam penentuan kebijakan publik khususnya kebijakan untuk remaja. Warna warni advokasi yang dilakukan oleh peer educator tetap tidak melupakan peran yang sandang sebagai pendidik sebaya, yang tetap dan terus membantu memberikan informasi, membantu memberikan solusi kepada sesama remaja. Wajah peer educator merupakan wajah remaja yang patut diperhitungkan keberadaannya, merupakan kelompok strategis yang harus dimintai pendapatnya karena peer educator merupakan garda depan dalam perjuangan dan penegakan hak reproduksi remaja di Indonesia. [soepri]

*) Sebagian dari tulisan ini telah dimuat di Majalah Ekspresi, Majalah Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Edisi XX/TH XV/Januari 2008.

 

Komentar
  1. majes maestra mengatakan:

    makasih bangetss jadi referensii yang relevan dengan aksiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s