Ketidaktahuan akar dari Prasangka

Posted: Oktober 2, 2010 in opini

Kekerasan demi kekerasan, penghancuran demi penghancuran yang “muncul” sekarang ini menandakan prasangka dan ketidaktahuan manusia akan manusia yang lain.
Prasangka akan “tertular” praduga “terancam” menjadikan orang diluar dirinya layak untuk di hancurkan. Yang diketahui hanya satu, dia beda maka dia salah, yang salah harus dibenarkan kalau tidak mau benar harus dihancurkan, padahal salah benar menjadi relatif. Siapa yang mayoritas, siapa yang kuat itu dianggap yang benar dan yang lain salah. Bukan hanya dia salah yang ini benar, tetapi juga ketakutan akan “menularnya” yang lain yang akhirnya dianggap berbahaya kalau “kita” tertular, maka sebelum menulari lebih baik di hancurkan dulu.

Dua hal ini berkait erat dengan tidak mau “belajar” dan tidak mau menerima ”pengetahuan” dari yang lain.
Mengapa mesti bilang salah pada yang lain, kalau tidak tahu betul “isi” dari yang lain itu ?
Mengapa harus takut dengan pihak lain, kalau pengetahuan sudah cukup yang menjadikan ”PeDe” terhadap manapun.

Cari tahu maka akan mudah untuk menerima. [soepri]

Komentar
  1. fuad mengatakan:

    setuju mas,
    kita jangan sok tahu,
    karena kadang kala kita tidak tahu bahwa kita itu sedikit pengetahuan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s