N A P Z A : Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Posted: Desember 14, 2009 in pendidikan seks

Penggunaan NAPZA sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, yang dipergunakan untuk rekreasi, atau untuk upacara-upacara. Obat-obatan tersebut pada awalnya secara lokal hanya ditemukan di daerah-daerah tertentu, misalnya di Amerika Latin, India, Perbatasan Thailand dan Laos. Dengan bertambah majunya hubungan antar wilayah negara sert dukungan transportasi dan komunikasi yang memadai, obat-obat yang dulunya hanya ada didaerah tertentu saja lambat laun menyebar ke seluruh wilayah di dunia.
Tak heran bila “import” barang terlarang ini sangat pesat, hampir terus mewarnai perdagangan ilegal antar negara. Walaupun secara Internasional pencegahan pengiriman barang anta negara ini dilarang dan apabila tertangkan akan dikenakan jerat hukum yang berat bahkan samapi hukuman mati, tetapi tidak membuat jera para penyelundup untuk terus melakukan aksinya. Walaupun di setiap hari melalui media massa memberitakan tentang tertanggapnya para pengguna ataupun pengedar NAPZA tetapi tetap jumlah yang tidak tertangkap jauh lebih banyak dari pada yang tertangkap.

Ada pertanyaan mendasar apabila kita akan mendiskusikan tentang NAPZA, yaitu : Mengapa barang tersebut sangat diminati orang ?
Barang ini sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tertentu, tetapi dalam perjalanannya obat-obatan ini disalah gunakan untuk mencari kesenangan sesaat. Perubahan perilaku dalam penggunaan obat ini dapat berupa perubahan kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang sehingga menimbulkan perasaan nyaman, dan gembira secara sesaat selanjutnya untuk memunculkan kegembiraan itu dengan mengkonsumsi terus-menerus. Dan pada akhirnya para pengguna penyalahgunaan obat-obatan akan terus terjerat dan sulit untuk meninggalkan, keinginannya adalah selalu mengkonsumsinya.

Mengenal lebih dekat dengan NAPZA
Pengertian NAPZA. Napza akronim dari Narkotika, Alkhohol, Psikotropika dan Zat-zat adiktif lainnya. Akronim ini digunakan untuk memberikan istilah terhadap obat-obatan terlarang yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan Kejiwaan. Pengertian lain dari NAPZA adalah zat kimai yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh baik diminum, dihirup, dihisap, disedot maupun disuntikan dapat pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang.

Pengertian Narkotika. Narkotika menurut UU Narkotika no, 22 tahun 1997, Narkotika adalah zat atau tanaman attau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Pengertian Psikotropika menurut UU no. 5 tahun 1997. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melaluii pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Penyalahgunaan obat atau zat berbahaya lain diluar tujuan pengobatan, yaitu tanpa pengawasan dan aturan dokter. Istilah-istilah khusus yang digunakan untuk mejlelsakan seeputar penyalahgunaan NAPZA, adalah :
 Over Dosis, atau keracunan pengruh obat/zat karena digunakan secara berlebihan.
 Toleransi, keinginan untuk terus manambah zat yang digunakan.
 Putus Obat (Sakaw), gejala timbul karena kebutuhan zat tidak terpenuhi, sehingga tubuh merasa, mual, pusing, panil dll.
 Kacanduan, keinginan untuk terus menggunakan zat tanpa mau perhenti.

Secara umum Efek yang ditimbulkan oleh NAPZA terbagi atas 3 golongan, hal ini sangat terlihat dari dampak setelah obat yang digunakan bereaksi. Tidak seluruh obat yang digunakan akan berakibat sama, anatar satu obat/bahan dengan obat yang lain akan berbeda, yaitu :
 Depresan, adalah jenis obat yang berfungsi untuk mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Obat jenis ini dapat membuat si pemakai merasa tenang dan bahkan membuat nya tertidur atau tak sadarkan diri. Contoh : morfin, heroin, putaw.
 Stimulan, adalah jenis zat yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah kerja dan kesadaran. Contoh : kokain, shabu.
 Halusinogen, adalah zat yuang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan sering kali dengan menciptakan daya pandang yang berbeda meskipun seluruh perasaannya akan terganggu. Contoh : ganja, jamur masrum.

Setiap obat yang dikonsumsi dalam jumlah yang relatif banyak, dana apabila dalam satu ketika tidak dapat mendapatkan obat yang dimaksud maka tubuh akan terus meronta untuk segera dipenuhinya. Dalam kondisi yang demikian tubuh akan kesakitan demikian ini dapat disebut dengan tanda-tanda sesorang apabila mengalami putus obat. Tanda-tanda yang muncul adalah :
 Jantung berdebar-debar, tekanan darah tinggi.
 Keringat banyak, menguap, air mata keluar banyak, pupil melebar.
 Mual-mual, muntah, diare.
 Bulu kuduk berdiri.
 Demam tinggi.
 Nyeri-nyeri sendi, tulang dan kepala.
 Insomnia, mimpi buruk.
 Mudah marah, agresif.

Dalam jangka waktu tertentu akibat “dahsyat” yang ditimbulkan NAPZA baik dalam jangka panjang adalah akan merusak fungsi tubuh atau akan merusak kesempurnaan tubuh. Sehingga pada akhirnya tubuh tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya, Ciri-ciri yang dapat dikenali dari seorang pengguna sehingga tubuhnya mengalami kerusakan, antara lain sebagai berikut :
 Fungsi tubuh dan tekanan darah turun, pupil mata mengecil.
 Mudah ngantuk, mabuk, muntah-muntah.
 Gangguan haid, gangguan janin (pada perempuan)
 Impotensi (pada laki-laki)
 Bersifat masa bodoh, lamban.
 Kekebalan tubuh menurun.
 Jika over dosis dapat menyebabkan kematian.

Untuk lebih menjelaskan kerentanan remaja terhadap persoalan NAPZA akan dilihat dari beberapa sisi terutama sisi psikis seorang remaja. Pengertian remaja : anak yang berusia antara 12 sampai dengan 21 tahun, laki-laki ditandai dengan polutio (mimpi basah), perempuan ditandai dengan Menarche (haid) dengan demikian anak tersebut mempunyai kemampuan bereproduksi. Selanjutnya ditandai dengan perubahan bentuk tubuh dan suara. Atau masa ini juga disebut dengan masa pubertas.
Ciri-ciri psikis masa pubertas pada remaja :
 Fantasi meluap-luap.
 Perasaan bergejolak dengan hebat.
 Kehendak atau kemauannya keras. Kadang-kadang bersikap revolusioner, tetapi belum berani bertanggung jawab.
 Keinginan tempat tinggal yang nyaman.
 Keinginan berteman.
 Ingin menjadi manusia serba enak.
 Ingin berkelompok, dan hidup dengan norma kelompok tersebut.
Dalam perkembangan pribadinya seoarng remaja akan timbul serta memiliki atau mempunyai keinginan untuk :
 Timbul kesadaran AKU.
 Timbul rasa harga diri.
 Keinginan untuk membantah atau membangkan atau menentang.
 Keras kepala.
 Bertingkah laku seperti orang dewasa tetapi sebenarnya belum mampu.
 Tertarik lawan jenis.
Demikian ringkas sederhana tinjaun psikis seorang remaja, maka teman atau teman sebaya dalam pergaulannya sehari-hari sangat memberikan kontribusi seorang remaja untuk bertingkah laku yang dirdorong oleh situasi pergaulan .

Dalam pergaulan yang tepat akan memungkinkan tingkah laku yang tepat pula, tetapi apabila berteman dengan orang yang tidak tepat maka akan merperilaku yang tiodak tepat atau cenderung destruktif yang melawan norma-norma sosial. Remaja yang sudah terkontaminasi NAPZA akan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
 Mudah kecewa : cenderung agresif dan destruktif.
 Perasaan rendah diri.
 Tidak bisa menunggu dan bersabar.
 Suka cari sensasi.
 Cepat menjadi bosan.
 Keterbelakangan mental.
 Prestasi belajar menurun.
 Cenderung mengabaikan peraturan.
 Kurang suka berolah raga.
 Sering menunjukkan sikap melawan.
 Hubungan dengan teman-teman lama semakin menjauh dan lebih banyak berhubungan dengan teman sesama pemakai.
 Hubungan dengan keluarga lama-lama menjadi renggang banyak hal-hal yang dirahasiakan.
 Lebih sering menyendiri.
 Harus selalu ada uang ditangan, bila tidak ada bisa mencuri uang saudara, orang tua atau orang lain, menipu, mengambil uang tabungan. Kebutuhan keuangan sangat tingga dan tidak jelas penggunaannya.
 Cenderung suka berbohong, anti sosial, tertutup.
Dari beberapa tulisan makalah, penelitian, dan tanya jawab dengan para pengguna NAPZA, penyebab menggunakan NAPZA antara lain :
 Coba-coba
 Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya.
 Untuk menantang atau melawan otoritas, seperti guru, ortu.
 Untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan kejahatan.
 Untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman-pengalaman emosional.
 Untuk berusaha menemukan arti hidup.
 Ingin diakui keberadaan dirinya.
 Untuk menumbuhkan kepercayaan diri.
 Untuk mengisi kekosongan dan perasaan bosan karena kurang kesibukan
 Untuk menghilangkan rasa frustasi dan kegelisahan yang disebabkan masalah yang tidak bisa diatasi, dan jalan pikiran buntu.
 Untuk mengikuti kemauan kawan dan memupuk solidaritas dengan kawan.
 Karena dorongan oleh rasa ingin tahu dan iseng atau cobacoba. (Rachman Hermawan, Penyalahgunaan Narkotika oleh Para Remaja, th 1985)

Faktor-faktor yang menyebabkan seorang remaja menggunakan NAPZA, terbagi atas 2 yaitu faktor keluarga dan faktor sosial. Sedang untuk faktor diri sendiri remaja menggunakan NAPZA telah disampaikan sebelumnya diatas. Lebih jelasnya uraian faktor keluarga dan sosial adalah sebagai berikut :
Faktor keluarga :
 Kurangnya perhatian oraang tua terhadap anaknya.
 Ketidaklengkapan orang tua dalam keluarga. Orang tua acuh tak acuh terhadap disiplin.
 Orang tua mempunyai kelemahan, fisik, intelektual, dan moral, menyebabkan disiplin pada anak-anak menadji lunak.
 Tidak ada adanya penyesuaian di antara orang tua dalam pengurusan anak.
 Disiplin yang terlalu keras atau berlebihan. (menurut : proyek penelitian delingquency UNPAD 1967, dalam Rachman Hermawan, Penyalahgunaan Narkotika oleh Para Remaja, th 1985)
Faktor sosial :
 Kurangnya penyaluran bakat dan tenaga remaja secara teratur dan terarah kepada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
 Menurunnya kewibawaan orang tua, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah.
 Adanya kemerosotan moral orang dewasa.
 Adanya geng-geng remaja.
 Kurang tanggung jawabnya pedagang.
 Kelemahan aparat pemerintah dalam mengawasi narkotika.

Upaya Penanggulangan Permasalahan NAPZA
Permasalahan NAPZA di Indonesia sudah sangat pengkhawatirkan sudah beberapa ribu orang menggunakan NAPZA dan telah ratusan orang meninggal karena over dosis menggunakan obat-obat terlarang tersebut.
Langkah yang konkrit untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan NAPZA adalah dengan peduli terhadap penyalahgunaan NAPZA walaupun hanya sekedar menegur saja. Langkah menegur orang yang minum minuman keras ini menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap bahayanya NAPZA, dan selanjutnya dapat ditingkatkan untuk langkah-langkah lainnya yang lebih luas.

Peran keluarga dan masyarakat terutama negara sangat penting dalam upaya penanggulangan NAPZA mengingat persoalan NAPZA nantinya dapat menentukan pula nasib selanjutnya masa depan bangasa. Peran-peran yang dimaksud disini adalah :
Peranan Keluarga
 Harmoni keluarga perlu dijaga.
 Hubungan harmonis, mesraantara ibu, bapak, dan anak-anak perlu diciptakan.
 Perlu menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dengan remaja.
 Kewibawaan orang tua terutama ayah dan ibu perlu ditegakkan.
 Orang tua melaksanakan pengawasan yang baik terhadap anaknya.
 Orang tua harus berusaha memahami dan memenuhi kebutuhan anak, baik yangn bersifat fisik maupun psikis.
 Orang tua berkewajiban mewujudkan pendidikan anak dalam keluarga.
 Orang tua haru menanamkan pendidikan agama di dalam keluarganya.
 Orang tua hendaknya memberikan contoh dan teladan terhadap anak-anaknya.
Peranan Sekolah
 Di sekolah, kegiatan yang berhubungan dengan penanggulangan NAPZA hendaknya terus dikembangkan sehingga dapat mengatasi meluasnya penyalahgunaan NAPZA.
 Pendidik hendaknya meningkatkan pengawasan terhadap anak didiknya.
 Pendidik hendaknya turut memecahkan masalah anak didiknya dengan jalan memberikan bimbingan yang sebaik-baiknya.
 Menfungsikan Bimbingan Penyuluhan atau Bimbingan Konseling sesuai dengan fungsinya.
 Pendidik hendaknya memberikan contoh dan teladan kepada anak didiknya.
 Para pendidik hendaknya meningkatkan pelayanannya kepada anak didiknya.
 Kewibawaan pendidik di sdalam dan di luar sekolah hendaknya di jaga dan ditegakkan.
 Sekolah hendaknya merupakan sarana pemupukan dan penyaluran hobi anak didik.
 Sekolah hendaknya menyususn progran pembinaan remaja.
 Jika salah seorang anak didik tertangkap basah atau diduga terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA, hendaknya segera dibina, diawasi, dimbimbing secara khusus bukan dikeluarkan.
 Dalam rangka menghadapi para korban penyalahgunaan NAPZA, kepala sekolah dan guru hendaknya berkomunikasi dengan orang tua korban.
 Dalam menanggulangi penyalahgunaan NAPZA, sekolah hendaknya bekerja sama dengan berbagai instansi yang berhubungan dengan penanggulangan masalah NAPZA ini.
Peranan Masyarakat
 Masyarakat hendaknya turut aktif dalam membimbing dan mebina para remaja.
 Kewibawaan tokoh masyarakat hendaknya ditegakkan.
 Masyarakat hendaknya turut serta dalam penyediaan bakat bagi para remaja.
 Orang tua, tokoh masyarakat hendaknya dapat menjadikan contoh dan teladan bagi masyarakat sekitar.
 Dalam menanggulangi penyalahgunaan NAPZA, masyarakat hendaknya bekerja sama dengan berbagai instansi yang berhubungan dengan penanggulangan masalah NAPZA ini.
Peranan Media Massa
 Media massa hendaknya ikut memberikan penerangan tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA, bagi para pemakai atau masyarakat pada umumnya.
 Media massa hendaknya dapat menciptakan opini bahwa, kalau tidak menggunakan NAPZA tidak berarti ketinggalan zaman, dan tetap termasuk sebaga manusia modern.
 Media massa hendaknya memberikan berbagai aktivitas positif kepada remaja, baik bidang, olah raga, kesenian maupun karya ilmiah.
 Peranan Pemerintah atau Lembaga Non Pemerintah (Lembaga Sosial)
 Instasi pemerintah dan non pemerintah (lembaga sosial) hendaknya meningkatkan kerjasama dalam menanggulangi penyalahgunaan NAPZA.
 Instasi pemerintah dan non pemerintah (lembaga sosial) hendaknya meningkatkan penyuluhan/informasi mengenai kesadaran hukum masyarakat tentang penyalahgunaan NAPZA.
 Instasi pemerintah dan non pemerintah (lembaga sosial) hendaknya berusaha menyediakan sarana dan prasarana pencegahan, penanggulangan, dan pengobatan serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan NAPZA. (menurut : Rachman Hermawan, Penyalahgunaan Narkotika oleh Para Remaja, th 1985)

Demikian ulasan singkat tentang NAPZA yang pada detik ini laju perkembangannya sangat mengkhawatirkan, peran kita semua untuk peduli sangat diperlukan dalam upaya-upaya penanggulangan ini.
Kita dapat kena NAPZA tapi kita dapat menanggulanginya, jangan benci para korban NAPZA tapi bencilah NAPZAnya. Kita dapat hidup gembira tanpa NAPZA. [soepri]

Daftar Pustaka
Partini Suardiman, Dra, SU, 1990, Psikologi Perkembangan, Yogyakarta.
Rachman Hermawan Seri, Drs, 1985, Penyalahgunaan Narkotika oleh Remaja.
PKBI, Modul NAPZA.

Komentar
  1. mikoo mengatakan:

    keake’an …
    mosok ape nggawe artikel sek mono akeh’e …😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s