Mengenal Manajemen Kesehatan

Posted: Desember 14, 2009 in kesehatan masyarakat

Dalam mencapai tujuannya secara efektif diperlukan pengaturan yang baik dan terencana, demikian pula kegiatan dan pelayanan kesehatan masyarakat memerlukan pengaturan yang baik, agar tujuan tiap kegiatan atau program itu tercapai dengan baik. Proses pengaturan kegiatan ilmiah ini disebut manajemen, sedangkan proses untuk mengatur kegiatan-kegiatan atau pelayanan kesehatan masyarakat disebut manajemen pelayanan kesehatan masyarakat.

Banyak ahli yang telah membuat batasan tentang manajemen ini antara lain :
a. manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan dengan
menggunakan orang lain.
b. Manajemen adalah dimana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi.
c. Manajemen adalah membuat tujuan tercapai melalui kegiatan-kegiatan orang lain
dan fungsi-fungsinya dapat dipecah sekurang-kurangnya 2 tanggung jawab
utama, yakni perencanaan dan pengawasan.
d. Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh satu
orang atau lebih untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain guna
mencapai hasil (tujuan) yang tidak dapat dicapai oleh hanya 1 orang saja.

Dari batasan-batasan tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan umum bahwa manajemen adalah suatu kegiatan untuk mengatur orang lain guna mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Seorang manajer dalam mencapai tujuan adalah secara bersama-sama dengan orang lain atau bawahannya.

Batasan ini diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat dapat dikatakan sebagai berikut Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan non petugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.

Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek atau sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem adalah suatu kesatuan yang utuh, terpadu yang terdiri dari berbagai elemen (sub sistem) yang saling berhubungan didalam suatu proses atau struktur dalam upaya menghasilkan sesuatu atau mencapai suatu tujuan tertentu.

Oleh sebab itu kalau berbicara sistem pelayanan kesehatan masyarakat adalah struktur atau gabungan dari sub sistem didalam suatu unit atau didalam suatu proses untuk mengupayakan pelayanan kesehatan masyarakat baik preventif, kuratif, promotif maupun rehabilitatif.

Sehingga sistem pelayanan kesehatan ini dapat berbentuk Puskesmas, Rumah sakit, Balkesmas dan unit-unit atau organisasi-organisasi lain yang mengupayakan peningkatan kesehatan. Dengan demikian maka manajemen kesehatan masyarakat adalah proses manajemen di tiap-tiap sub sistem pelayanan.
Seperti telah disebutkan di atas bahwa manajemen itu suatu seni mengatur orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi atau unit pelayanan maka manajemen tersebut mempunyai fungsi-fungsi. Dan berbagai pendapat para ahli dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa fungsi-fungsi manajemen itu pada garisnya terdiri dari :
a. Perencanaan (planning)
b. Pengorganisasian (organizing)
c. Penyusunan personalia (staffing)
d. Pengkoordinasian (coordinating)
e. Penyusunan anggaran (budgeting)

Kata kunci yang bisa digunakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dari pelayanan kesehatan adalah sistem pengelolaan atau menajemen kesehatan yang dihadirkan petugas terkait.

Dengan demikian, satu hal penting yang tidak boleh dilupakan dari pembangunan kesehatan, khususnya signifikansinya terhadap pengembangan layanan kesehatanadalah aspek manajemen kesehatan. Sebagaimana diketahui, menajemen kesehatan ini akan mencakup enam sub sistem, yakni
(1) Subsistem Upaya Kesehatan;
(2) Subsistem Pembiayaan Kesehatan;
(3) Subsistem Sumberdaya Manusia Kesehatan;
(4) Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan;
(5) Subsistem Pemberdayaan Masyarakat; dan
(6) Subsistem Manajemen Kesehatan.

Pentingnya manajemen kesehatan ini bisa dianalogikan sebagai sistem dalam tubuh manusia. Di dalam sistem itu ada sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem ekskresi, ada sistem kekebalan tubuh, sistem syaraf pusat dan perifer dengan beberapa bagian otonom. Secara fungsional, mereka memiliki fungsi dan peran yang jelas, tetapi terkoordinasi. Sementara secara anatomis, masing-masing juga memiliki struktur dan masing-masing struktur memiliki peran spesifik dengan peran yang dimiliki.

Demikian, pendekatan atau metode dari berbagai kebijakan kesehatan di daerah khususnya yang menyangkut metode pengelolaan kesehatan di daerah harus mengacu pada kebijakan dasar dari kebijakan kesehatan secara nasional, sehingga secara otomatis melekat kepada setiap subsistem yang ada serta tergantung pada kebijakan dan peraturan yang ada, khususnya kebijakan-kebijakan daerah.

Sebagai catatan adalah World Health Report 2003 berjudul Shaping the Future menegaskan, perlunya pembenahan pada sitem kesehatan di berbagai negara. Tanpa ada pembenahan sistem kesehatan, maka berapapun sumber daya yang akan dialokasikan hanya akan meningkatkan sedikit pencapaian tujuan dari sistem kesehatan. Di bagian lain dikatakan, kejelasan peran dan fungsi dari setiap komponen sistem merupakan dasar yang baik dalam pengembangan menajemen kesehatan termasuk di dalamnya adalah pelayanan kesehatannya.
Ataupun catatan dari British Medical Journal (BMJ) Volume 3283 Januari 2004 menegaskan akan pentingnya pembenahan sistem kesehatan. Gill Walt, professor of international health policy menuliskan, shaping the future depends on strengthening health systems. Jelas, tampaknya agenda perbaikan sistem kesehatan menjadi sangat penting, di saat orang sudah mulai buntu dengan berbagai intervensi kesehatan yang tidak membuahkan hasil yang berarti.

Dengan demikian, efisiensi dalam system pelayanan kesehatan akan terwujud jika sumber-sumber daya kesehatan, baik alat, sarana, dana, teknik, metode dan informasi tidak banyak yang terbuang sia-sia. Untuk mewujudkan keamanan dan rasa nyaman dalam pelayanan kesehatan harus didukung adanya pola kebijakan dasar, dasar hukum, prosedur dan standar praktek dalam pelayanan kesehatan yang berorientasi pada profesionalisme dan pemenuhan hak dasar rakyat. Jika faktor-faktor di atas dapat dibangun, maka tidaklah sulit untuk mewujudkan pelayanan kesehatan dengan kepuasan masyarakat yang tinggi. [soepri]

Sumber :
Soekidjo Notoatmojo, Prof, Dr. (2007), Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni, Rineka Cipta, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s