Laboratorium Sosial

Posted: Desember 14, 2009 in opini

Keinginan untuk menjadikan pengetahuan akademik yang dimiliki menjadi bermanfaat dan dapat digunakan pada tataran masyarakat begitulah seharusnya, tidak terkecuali para akademisi yang sedang duduk di bangku otoritas pemilik ilmu. Wujud dari maksud tersebut muncullah berbagai ragam kegiatan yang ada, ada yang menamakan sebagai sebagai desa binaan, kampung dampingan, sampai menyebut lokasi pembinaan.

Para pemilik pengetahuan akademik merasa bahwa apa yang dimilikinya merupakan komponen penguasa pengetahuan yang tiada banding dan telah ada padanya. Kemampuan yang dimilikinya selanjutnya diuji cobakan kepada sekolompok komunitas yang dianggap sebagai tempat yang tepat untuk digunakan sebagai obyek uji coba pengetahuan.

Menganggap sebaliknya komunitas masyarakat dianggap punya masalah dan harus dibantu untuk keluar dari masalah, karena dianggap masyarakat tidak mempunyai pengetahuan untuk keluar dari masalah itu. Anggapan inilah selanjutnya pemilik pengetahuan merasa komunitas harus menurut agar mereka keluar dari masalah, karena komunitas tidak punya pengetahuan untuk keluar dari masalah.

Masih dipandang bahwa penguasaan analisis masalah adalah penguasa pengetahuan akademik, belum melihat bahwa ada pengetahuan lokal yang bisa digunakan sebagai analisis masalah. Situasi ini diabaikan karena komunitas bukan sumber pengetahuan akademik tetapi wilayah uji pengetahuan akademik.

Saat tibanya uji coba “pengeluaran” komunitas dari masalah gagal dengan ringannya mengatakan komunitas adalah laboratorium sosial, yang namanya laboratorium bisa berhasil bisa gagal.

Statmen ini adalah wujud dari kalalaian penguasa pengetahuan akan pengetahuan itu sendiri, bahwa pengetahuan bersumber pada komunitas. Pengetahuan bukan datang dengan sendirinya dalam bentuk teks-teks yang langsung dibaca, tapi pengetahuan adalah ilmu komunitas yang di-teori-kan. [soepri]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s