PASCAGEMPA WARGA BANTUL PERLU WASPADAI KESPRO

Posted: Oktober 25, 2009 in kliping

Sabtu, 12 Agustus 2006 @ 07:38:00
*** SETELAH dilanda gempa bumi 27 Mei lalu dan belum tersedianya bangunan yang layak huni, korban warga Kabupaten Bantul khususnya kini harus bersiap-siap menghadapi ancaman penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Pemerintah diminta segera turun tangan menyediakan layanan lengkap untuk kesehatan reproduksi (kespro) di daerah korban gempa.

Hal itu dikatakan Direktur Pelaksana Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi DIY Mukhotib MD SAg kepada wartawan Jumat (11/8).

Melalui Manajer Program, Supri Cahyono, dikatakan dari hasil rekam medis melalui program klinik keliling yang mereka lakukan selama Juni-Juli lalu, 5,26 % dari 19.941 warga korban gempa (907) sudah mengeluhkan kesehatan reproduksinya.

Sebanyak empat persen lainnya (19.034 orang), kata Supri Cahyono, meminta pelayanan kesehatan reproduksi berkait kehamilan, keluhan haid, keputihan, gatal-gatal pada alat kelamin.

”Bahkan di antaranya sudah ada gejala terjadinya IMS,” ujar Supri Cahyono tanpa menyebutka jumlah, jenis kelamin pasien, maupun usia pasien.

”Kami sangat mengkhawatirkan ancaman merebaknya penyakit IMS bila pelayanan kesehatan reproduksi tidak segera mendapatkan perhatian pasca gempa,” ujar Supri.

Apalagi tambahnya, di antara tempat tinggal dan kondisi yang masih serba darurat, tak lama lagi akan memasuki musim hujan yang akan menambah buruk keadaan. Padahal selama warga masih terus tinggal di tenda, keluhan akan kesehatan reproduksi akan terus bermunculan.

Ancaman akan makin merebaknya penyakit IMS, khususnya HIV/AIDS, menurut dia, akan makin serius hingga perlu diwaspadai.

Hal itu dimungkinkan karena banyaknya posko kesehatan yang sangat sibuk melayani pasien tapi sering melupakan standar kewaaspadaan universal (universal precaution) yang bisa jadi menularkan virus lewat alat medis yang tidak steril. Begitu juga dari buruknya kondisi sanitasi di wilayah Kabupaten Bantul.

Oleh sebab itu, sejalan dengan program rekonstruksi PKBNI DIY menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah.

Antara lain segera membangun dan memfungsikan kembali pusat layanan kespro terpadu berbasis Puskesmas, penyediaan media komunikasi komunitas yang lebih efektif dan mudah diterima masyarakat.

Selain itu juga mengembangkan kebijakan kespro, khususnya terhadap bahaya HIV/AIDS serta memenuhi kebutuhan hak kespro masyarakat. Terutama bagi kelompok miskin dan marjinal. (cn/broto)

sumber :

http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailRubrik.php?MyID=355

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s