Angkringan Kang Krasan, Pendidikan Seks

Posted: Oktober 23, 2009 in obrolan

Beberapa bulan ini angkringan kang Krasan buka lebih awal, sebelumnya gerobak angkring pasang yang di panyungi tenda warna putih jam itu setengah lima sore. Selesai pasang tenda dan manata dagangan tepat setelah maghrib, kebiasaan para langganan mulai datang setelah sholat maghrib.
Dulu sempat saya tanyakan pada kang Krasan “Kok sekarang sore angkringannya sudah mapan, biasanya pas surup”.
“Iya, sekarang ada tambahan langganan baru, anak sekolah tuh.. di depan ada sekolahan” sambil menunjuk SMP di seberang jalan. ”Biasanya mereka nunggu jemputan, saya ambil aja kesempatan, pas nunggu mereka kan bisa ngeteh, kalau sudah ngeteh mesti makan lainnya” ”Disamping itu sekarang kalau malem saingannya banyak” tambah kang Krasan sambil menunjukkan arah angkirangan lainnya, yang memang bukanya sama-sama malem.

Tapi kali ini aku memang punya misi khusus, tanya-tanya kang Krasan tentang gosip terbaru di kampung njobo, maklumlah angringankan dikunjungi banyak orang pasti akan ada informasi yang up to date.
”Weh.. mas kok sudah gasik” sapa akrab kang Krasan.
”Iya.. kang mumpung sepi, sudah selesai to kang noto dagangannya” jawabku sambil tengak-tengok jajanan di angkringan.
”Tetep biasa ya kang… teh panas” tambahku
“Beres.. bos”
“Kang.. mumpung sepi, tadi pagi aku mbengkelkan motor, aku dengar di kampung njobo ada yang heboh kang…” tanyaku selidik seperti dektektif.
”Lha… njenengan dapat informasi dari mas” tanya kang Krasan sambil memberikan teh panas pesenanku.
”Gimana .. to.. ya dari tukang bengkel”
“Sebenarnya agak memalukan ini mas…” kang Krasan mulai bicara, sambil menyulut api rokok jarum supernya.
“Ini ada dua anak muda, laki-laki dan perempuan, ketahuan dalam kamar, konon katanya mau hubungan seperti suami istri bikin anak”
“Ooo.. gitu, Cuma konon to…” responku
“Konon, karena aku tidak lihat sendiri, tapi katanya bener kok..” sambung kang Krasan.
”Yang bukin malu bukan hanya itu, satu kampung je…”
”Weh.. satu kampung to…” kagetku
Cerita kang Krasan berhenti sebentar ketika ada pembeli datang, ”waduh terganggu nih…” batinku. Tapi untung Cuma beli es jeruk dan nasi kucing untuk dibawa pulang.
“Berapa kang..?”
“Semuanya lima ribu..” jawab kang Krasan, pembeli itu langsung membayar dan pamit”
”Mari mas…”
”Monggo…” jawabku bersahabat.

“Gimana kang…lanjutannya”
“Sampai mana tadi” tanya kang Krasan.
”Sekampung” aku membantu mengingatkan
”Iya.., lha itu yang memalukan, sekampung je..” sesal kang Krasan.
”Itu.. anaknya siapa kang…” tanyaku dengan serius.
”Haalah.. anaknya yang punya tegalan atas itu lho…” jawabnya
”Lha itu kan hanya milik dua orang tho…” balasku.
”Iya… ” kang Krasan dengan heboh
”Terus.. akibatnya gimana kang ..? ” kataku sambil aku makan bakwan yang ke tiga kalinya, kali ini sengaja aku tidak beli nasi kucing seperti biasannya, karena mau nanggap kang Krasan.
”Kampung njobo…jadi tidak karu-karuan pecah pendapat”
”Ada yang membela yang satu.. ada juga membela yang satunya..” tambah kang Krasan.
”Kok bisa begitu, memangnya orang tuanya tidak ngajari pelajaran untuk remaja seperti masalah pergaulan” pendapatku tentang masalah ini.
”Jaman sekarang susah mas, kalau orang tuanya suruh ngajari disamping tidak sempat tapi juga tidak tahu ilmunya, jaman dulu sampai sekarang kan tidak beda jauh.. iya kan ”
”Terus.. yang ngurusi siapa dong.. ?” tanyaku
”Sekarangkan jamannya anak sekolah tidak seperti dulu.. sekarang guru yang ngajari apa-apa dari A sampai Z” jawab kang Krasan dengan tegas.
”Tapi yang masalah anak muda tentang pergaulan… terutama pendidikan seks.. apa yang guru mau…” bantahku
”Mau.. tidak mau.. itu tergantung gurunya memang.., tapi harapanku itu…karena aku tidak paham tadi pendidikan seks, maka guru saja yang suruh belajar terus mengajarkan di sekolah…gitu mas” usul kang Krasan.
”Sudah kang, tims ya.. gosipnya.. ?” kataku sambil mulai angkat badan meninggalkan bangku angkringan.
”Hitung kang..” kataku sambil mengeluarkan uang dari saku celana panjang. [soepri]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s