Angkringan kang Krasan, akuntabilitas sumbangan.

Posted: Oktober 20, 2009 in obrolan

Sudah biasa seminggu sekali aku nongkrong di angkringannya kang Krasan, tak terasa sudah hampir 8 tahun wehhh… sewindu aku akrab dengan angkringannya kang Krasan.
Biasa khas angkringan segala wedang praktis (teh, kopi, jahe, susu) siap saji siap minum cepet tanpa nunggu lama. Makanannya biasa menu orang lapar, nasi bungkus biasa disebut sego kucing, tambah lauk yang bikin makan jadi nyamleng.. enak tenan..

Mungkin sudah banyak orang cerita tentang angkringan, angkringan kang Krasan ini istimewa, obralannya kang Krasan itu yang bikin orang Krasan tenan. Memang tidak seberapa nyaman nongkrong di angkringan, tempannya “uyeg-uyekan” senggol sana senggol sini dengan tetangga sebangku, tapi kalau yang jualan obralannya nyambung bikin Krasan tenan.

Minggu ini aku dateng lumayan belum malam sekitar jam 8 malam, angkringan kang Krasan letaknya geser, agak kaget sih sekarang di seberang jalan.
”Kang kok pindah ?’ tanyaku sembari aku duduk di bangku dekat lampu teplok.
”Iya ini ada pembangunan selokan, jadi ya… harus pindah, kalau tutup langgananku kabur” sambut kang Krasan, ”biasa tho.. teh panas mas ?”.
”Iya.. gimana kabarnya.. tambah ramai saja kang” jawabku sambil milih-milih nasi kucing, kegemaranku setiap mampir ke angkringan mesti makan nasi kucing.
”Nih mas… lumayan ramai, ini tukang yang bikin selokan juga makan disini, tapi disini parkirnya tidak cukup” kang Krasan sambil memberikan teh panas.

”Wah panas tenan..istimewa kang” ucap banggaku pada teh bikinan kang Krasan.
”Eh.. kang istrimu orang tasikmalaya tho…” tanyaku sambil menyantap sego kucing.
”Iya mas, alhamdulilah saudara istriku selamat.. tapi rumahnya retak.. tidak nyaman kalau ditempati, seperti kita dulu itu lho masih ada gempa susulan terus” cerita kang Krasan padaku. Ingatanku langung melayang 3 tahun yang lalu, ketika Mei 2006 Jogja juga pernah diguncang gempa. Saat itu gempa susulan hadir sampai berminggu-minggu, rasanya takut masuk rumah.
“Istriku belum nengok sana, repot banget ngurusi angkringan ini, tapi sudah kirim uang”tambah kang Krasan, dengan terus sibuk melayani langganan lainnya.
“Gimana kita musti bantu gak kang…”
”Tidak usah mas, sudah cukup kok” balas kang waris.

”Gini kang, siapkan kotak disini, tulisi saja bantu korban gempa tasikmalaya” usulku.
”iya kang, bagus itu” tambah sampingku yang coba ikut gabung ngobrol.
”Tidak..ah.. gak enak, susah, nanti ditanya gimana penyalurannya, sampai tidak, berapa yang terkumpul, pokoke susah mas” keluh kang Krasan.
”Bener mas” dukungan dari sampingku pada kang Krasan ”Memang kalau orang ngumpulin sumbangan, ya.. harus mau mempertanggung jawabkan tho… gitu ya kang” tambah sampingku dengan semangat mendukung kang Krasan.
”Iya.. saya juga bingung lho.. sebetulnya.. kalau ada orang minta sumbangan di jalan-jalan katanya untuk sumbangan gempa itu sampai tidak ya.. ?” tanya kang Krasan pada aku dan sampingku.
”Lha itu kang.. aku juga tidak tahu..” jawabku singkat.
”Mestinya kan ada pertanggung jawabannya tho..” usul kang Krasan.
Sampingku mencoba penjelasan ”Harusnya orang yang minta sumbangan itu harus dapat memberikan informasi pada orang yang menyumbang, misal sekretariatnya dimana, nanti akan disalurkan kemana iya tho.. wilayah gempa kan luas.. terus kalau sudah tersalurkan yang harus diinformasikan gitu lho.. nyumbang itu ya jelas ikhlas dong, tapi kalau jelas penggunaannya kita kan jadi lebih ikhlas”.

”Betul mas, harusnya siapa ya… yang harus mengharuskan kalau orang yang minta sumbangan harus menginformasikan ke orang-orang” tanya kang Krasan.
”Kalau menurutku pemerintah harus mengatur itu, kan kita punya pemerintah, ya pemerintah yang mengurusi gempa itu harus mengatur orang-orang yang minta sumbangan” jawabku sembari menghabiskan tetes terakhir tehku.

”Hitung ya kang” ucapku setiap akan mengakhiri makan malam di angkringan kang Krasan. [soepri]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s