Komunikasi Interpersonal

Posted: Juni 14, 2013 in kuliah komunikasi dan konseling

17052013(001)Keberhasilan sebuah pesan untuk dapat diterima oleh komunikan dengan mudah dan cermat adalah kemampuan kapasitas komunikator dalam menyampaikan informasi. Kapasitas komunikator akan mempengaruhi penyampaian pesan dapat berhasil sesuai harapan, maka pilihan metode dan saluran komunikasi menjadi sangat penting dalam wilayah ini. Sensitifitas informasi juga sangat mempengaruhi bentuk komunikasi apa yang tepat agar informasi tersampaikan. Dalam ranah kesehatan khusnya kebidanan, pilihan komunikasi dalam menyampaikan informasi kepada klien/pasien menjadi faktor penentu pesan tersampaikan. Sudah menjadi jamaknya bahwa komunikasi interpersonal menjadi pilihan untuk penyampaian pesan antara komunikan (bidan) kepada komunikasi (pasien) mengingat tingkat sensitifitas dan privasi informasi yang akan disampaikan.

Komunikasi interpersonal pada dasarnya merupakan jalinan hubungan interaktif antara seorang dengan orang lain, di mana lambang – lambang pesan secara efektif di gunakan adalah bahasa.  Ada beberapa ahli yang mempunyai pengertian tentang pengertian  komunikasi interpersonal.

Diantaranya adalah :

Wiryanto 2004

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kumpulan orang.

Miller

Menuntut pemahaman hubungan simbiotis antara komunikasi denga perkembangan relational.

Muhammad 2005

Proses pertukaran informasi antara seseorang dengan orang lain atau lebih yang langsung diketahui umpan baliknya, atau dengan kata lain komunikasi interpersonal memberikan dampak nya langsung bagi pelaku komunikasinya.

Effendy

Komunikasi antara orang – orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal.

Kemudian Burgon & Huffner menyimpulkan bahwa proses komunikasi interpersonal melibatkan beberapa unsur, yakni :

Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus

Persepsi, yaitu proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh sensai

Memori, proses penyimpanan informasi  dan evaluasinya dalam kognitif individu

Berpikir, proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah.

Ciri-ciri Komunikasi Interpersonal

Menurut Liliweri (1991) dan Tamsil (2005) menyebutkan beberapa ciri komunikasi   interpersonal, yaitu arus pesan dua arah, konteks komunikasi adalah tatap muka, tingkat5 umpan balik yang tinggi, kenampuan untuk mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi, kecepatan untuk menjangkau sasaran yangt besar sangat lamban, dan efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.

Tujaun Komunikasi Interpersonal

Tujuan dari komunikasu interpersonal antara bidan dengan klien adalah memberikan hasil yang baik, diantaranya:

Menemukan diri sendiri, komunikasi interpersonal memberikan kesempatan bagi bidan untuk mengenal dirinya terutama yang berkaitan dengan perasaan, pikiran, dan tingkah laku.

Menemukan dunia luar, komunikasi yang menjadikan bidan bisa memahami lebih banyak tentang dirinya dan kondisi kliennya.

Membentuk dan Menjaga hubungan yang penuh arti, komunikasi interpersonal sebagai dasar- dasar pembentukan rasa percaya klien dan sebagai dasar pembentukan hubungan sosialnya dengan klien.

Mengubah sikap dan tingkah laku,  banyak waktu yang digunakan  bidan untuk mengubah siukap dan tingkah laku kliennya melalui pertemuan dan komunikasi interpersonal.

Untuk membantu,  Para bidan di anjurkan untuk selalu menggunakan komunikasi interepersonal karena sangat membantu, terutama pada saat mengarahkan kliennya,.

Analisis Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal tidak bisa dielakkan dalam hidup bermasyarakat. Komunikasi interpersonal dianggap sebagai interaksi tatap muka antara dua atau lebih, di mana pengirim bisa menyampaikan pesan secara langsung dan penerima dapat menanggapinya secara langsung pula. Ada tiga pendekatan analisis yang di gunakan dalam melakukan prediksi dalam komunikasi, yang dimulai dari tingkat kultural, tingkat sosiologis, dan tingkat psikologis.

Efektifitas Komunikasi Interpersonal

Menurut pandangan Kumar dan De  Vito menyimpulkan bahwa ciri – ciri efektivitas komunikasi interpersonal di antaranya :

Keterbukaan (openess), adalah kemauan seseorang menanggapi dengan senaang hati informasi yang diterima dalam menghadapi hubungan interpersonal.

Empati (Emphaty), Komunikasi interpersonal dapat berlangsung kondusif apabila komunikator (pengirim pesan) menunjukkan rasa empati pada komunikan (penerima pesan).

Dukungan (Supportiveness), dalam komunikasi interpersonal diperlukan sikap memberi dukungan dari pihaknkomunikator, agar komunikan mau berpartisispasi dalam komunikasi.

Rasa positif (Positiveness),  Sikap  kita dalam komunikasi interpersonal dilakukan dengan dua cara, yakni menyatakan sikap positif dan secara positif mendorong orang yang menjasdi teman kita berinteraksi.

Kesetaraan atau Kesamaan (Equality), Kesetaraan menggambarkan pengakuan secara diam – diam  bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Komunikasi Interpersonal

Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi interpersonal berperan penting huingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap muka ini membuat manusia merasa  lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, atau lewat teknologi tercanggih pun. Rakhmat (`1994)  meyakini bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh persepsi interpersonal, konsep diri, atraksi interpersonal, dan hubungan interpersonal.

Faktor-faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal.

Sering kali dalam komunikasi interpersonal antara komunikator (bidan) dengan komunikan (klien) tidak saling memahami maksud pesan atau informasi yng disampaikan. Hal ini di sebabkan beberapa masalah, di antaranya :

Komunikator, kesulitan biologis maupun gangguan psikologis dari komunikator. misal, komunikator yang gagap dan gugup

Media, meliputi hambatan teknis, hambatan geografis, hambatan simbol atau bahasa, dan hambatan budaya.

Komunikan, hambatan yang berkaitan dengan hambatan biologis seperti komunikan yang tuli. hambatan psikologis, seperti komunikan yang sulit konsentrasi dengan pembicaraan.

Interaksi Sosial,  hasil dari interaksi dapat bersifat positif, yaitu suatu interaksi yang mengarah kerja sama dan menguntungkan. Dan dapat juga bersifat negatif , yaitu suatu interaksi yang mengarah suatu pertentangan yang berakibat buruk atau merugikan,

Kultur,  istilah kultur merupakan penyebutan terhadap istilah budaya. Perbedaan kultur menyebabkan terjadinya: perbedaan persepsi, perbedaan style bahasa, penafsiran yang berbeda hingga tujuan pesan, Dan terjadi penolakan dalam komunikasi interpersonal.

Experience (pengalaman),  Perbedaan pengalaman antar individu  bermula dari perbedaan persepsi masing- masing tentang sesuatu hal. Perbedaan persepsi disebabkan oleh perbedaan kemampuan kognitif, afektif, dan konatif, sehingga kondisi ini akan memberikan perbedaan komunikasi interpersonal.

Pengertian Konseling

Secara etiomologi, konseling berasal dari bahasa Latin “Consilium” artinya dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, konseling berarti pemberian bimbingan oleh orang yang ahli kepada seseorang. Dalam situs Wikipedia bahasa Indonesia, konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang konselor kepada individu yang mengalami sesuatu masalah yang berakhir pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang mengalami hambatan, memecahkan sesuatu melalui pemahaman terhadap fakta,harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan klien (Sagala, 2011).

Konseling adalah proses pemberian informasi objektif dan lengkap, dengan panduan keterampilan interpersonal, bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya untuk mengatasi masalah tersebut (Sulastri, 2009).

Tujuan Konseling

Tujuan Konseling KB adalah membantu klien dalam hal:

  1. Menyampaikan informasi dan pilihan pola reproduksi
  2. Memilih metode KB yang diyakini
  3. Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif
  4. Memulai dan melanjutkan KB
  5. Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.

Fungsi Konseling

Fungsi konseling dalam kesehatan khususnya dalam praktik kebidanan adalah:

  1. Konseling dengan fungsi pencegahan merupakan upaya mencegah timbulnya masalah kesehatan.
  2. Konseling dengan fungsi penyesuaian dalam hal ini merupakan upaya untuk membantu klien mengalami perubahan biologis, psikologis, sosial, kultural, dan lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan.
  3. Konseling dengan fungsi perbaikan dilaksanakan ketika terjadi penyimpangan perilaku klien atau pelayanan kesehatan dan lingkungan yang menyebabkan terjadi masalah kesehatan sehingga diperlukan upaya perbaikan dengan konseling.
  4. Konseling dengan fungsi pengembangan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan upaya peningkatan peran serta masyarakat.

Langkah-Langkah Konseling

Dalam memberikan konseling dalam praktik kebidanan, khususnya bagi calon klien KB yang baru hendaknya dapat diterapkan enam langkah yang sudah dikenal dengan kata kunci SATU TUJU.

Penerapan SATU TUJU digunakan konselor untuk memandu proses konseling kepada klien/pasien.

Langkah dijabarkan SATU TUJU sebagai berikut:

SA

SApa dan SAlam kepada klien secara terbuka dan sopan. Berikan perhatian

sepenuhnya kepada mereka dan berbicara di tempatyang nyamanserta terjamin

privasinya. Tanyakan kepada klien apa yang perlu dibantu serta jelaskan pelayanan

apa yang diperoleh.

T

Tanyakan kepada klien informasi tentang dirinya. Bantu klien untuk berbicara mengalami pengalaman Keluarga Berencana. Tanyakan kontrasepsi yang diinginkan oleh klien. Coba tempatkan diri kita didalam hati klien.

U

Uraian kepada klien mengenai dan pilihannya dan diberi tahu apa pilihan kontrasepsi, bantu klien pada jenis kontrasepsi yang diingini.

TU

banTUlah klien menentukan pilihannya. Bantulah klien berpikir mengenai apa yang paling sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya. Doronglah klien untuk menunjukkan keinginannya dan mengajukan pertanyaan.

J

Jelaskan secara lengkap bagaiman menggunakan kontrasepsi pilihannya.

U

Perlunya dilakukan kunjungan Ulang. Bicarakan dan buatlah perjanjian kapan klien akan kembali untuk melakukan pemeriksaaan lanjutan atau permintaan

kontrasepsi jika dibutuhkan (Saifuddin, 2006).

Pengertian Komunikasi Interpersonal (1)

Keberhasilan sebuah pesan untuk dapat diterima oleh komunikan dengan mudah dan cermat adalah kemampuan kapasitas komunikator dalam menyampaikan informasi. Kapasitas komunikator akan mempengaruhi penyampaian pesan dapat berhasil sesuai harapan, maka pilihan metode dan saluran komunikasi menjadi sangat penting dalam wilayah ini. Sensitifitas informasi juga sangat mempengaruhi bentuk komunikasi apa yang tepat agar informasi tersampaikan. Dalam ranah kesehatan khusnya kebidanan, pilihan komunikasi dalam menyampaikan informasi kepada klien/pasien menjadi faktor penentu pesan tersampaikan. Sudah menjadi jamaknya bahwa komunikasi interpersonal menjadi pilihan untuk penyampaian pesan antara komunikan (bidan) kepada komunikasi (pasien) mengingat tingkat sensitifitas dan privasi informasi yang akan disampaikan.

Komunikasi interpersonal pada dasarnya merupakan jalinan hubungan interaktif antara seorang dengan orang lain, di mana lambang – lambang pesan secara efektif di gunakan adalah bahasa.  Ada beberapa ahli yang mempunyai pengertian tentang pengertian  komunikasi interpersonal.

Diantaranya adalah :

Wiryanto 2004

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kumpulan orang.

Miller

Menuntut pemahaman hubungan simbiotis antara komunikasi denga perkembangan relational.

Muhammad 2005

Proses pertukaran informasi antara seseorang dengan orang lain atau lebih yang langsung diketahui umpan baliknya, atau dengan kata lain komunikasi interpersonal memberikan dampak nya langsung bagi pelaku komunikasinya.

Effendy

Komunikasi antara orang – orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal.

Kemudian Burgon & Huffner menyimpulkan bahwa proses komunikasi interpersonal melibatkan beberapa unsur, yakni :

Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus

Persepsi, yaitu proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh sensai

Memori, proses penyimpanan informasi  dan evaluasinya dalam kognitif individu

Berpikir, proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah.

Ciri-ciri Komunikasi Interpersonal

Menurut Liliweri (1991) dan Tamsil (2005) menyebutkan beberapa ciri komunikasi   interpersonal, yaitu arus pesan dua arah, konteks komunikasi adalah tatap muka, tingkat5 umpan balik yang tinggi, kenampuan untuk mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi, kecepatan untuk menjangkau sasaran yangt besar sangat lamban, dan efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.

Tujaun Komunikasi Interpersonal

Tujuan dari komunikasu interpersonal antara bidan dengan klien adalah memberikan hasil yang baik, diantaranya:

Menemukan diri sendiri, komunikasi interpersonal memberikan kesempatan bagi bidan untuk mengenal dirinya terutama yang berkaitan dengan perasaan, pikiran, dan tingkah laku.

Menemukan dunia luar, komunikasi yang menjadikan bidan bisa memahami lebih banyak tentang dirinya dan kondisi kliennya.

Membentuk dan Menjaga hubungan yang penuh arti, komunikasi interpersonal sebagai dasar- dasar pembentukan rasa percaya klien dan sebagai dasar pembentukan hubungan sosialnya dengan klien.

Mengubah sikap dan tingkah laku,  banyak waktu yang digunakan  bidan untuk mengubah siukap dan tingkah laku kliennya melalui pertemuan dan komunikasi interpersonal.

Untuk membantu,  Para bidan di anjurkan untuk selalu menggunakan komunikasi interepersonal karena sangat membantu, terutama pada saat mengarahkan kliennya,.

Analisis Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal tidak bisa dielakkan dalam hidup bermasyarakat. Komunikasi interpersonal dianggap sebagai interaksi tatap muka antara dua atau lebih, di mana pengirim bisa menyampaikan pesan secara langsung dan penerima dapat menanggapinya secara langsung pula. Ada tiga pendekatan analisis yang di gunakan dalam melakukan prediksi dalam komunikasi, yang dimulai dari tingkat kultural, tingkat sosiologis, dan tingkat psikologis.

Efektifitas Komunikasi Interpersonal

Menurut pandangan Kumar dan De  Vito menyimpulkan bahwa ciri – ciri efektivitas komunikasi interpersonal di antaranya :

Keterbukaan (openess), adalah kemauan seseorang menanggapi dengan senaang hati informasi yang diterima dalam menghadapi hubungan interpersonal.

Empati (Emphaty), Komunikasi interpersonal dapat berlangsung kondusif apabila komunikator (pengirim pesan) menunjukkan rasa empati pada komunikan (penerima pesan).

Dukungan (Supportiveness), dalam komunikasi interpersonal diperlukan sikap memberi dukungan dari pihaknkomunikator, agar komunikan mau berpartisispasi dalam komunikasi.

Rasa positif (Positiveness),  Sikap  kita dalam komunikasi interpersonal dilakukan dengan dua cara, yakni menyatakan sikap positif dan secara positif mendorong orang yang menjasdi teman kita berinteraksi.

Kesetaraan atau Kesamaan (Equality), Kesetaraan menggambarkan pengakuan secara diam – diam  bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Komunikasi Interpersonal

Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi interpersonal berperan penting huingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap muka ini membuat manusia merasa  lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, atau lewat teknologi tercanggih pun. Rakhmat (`1994)  meyakini bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh persepsi interpersonal, konsep diri, atraksi interpersonal, dan hubungan interpersonal.

Faktor-faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal.

Sering kali dalam komunikasi interpersonal antara komunikator (bidan) dengan komunikan (klien) tidak saling memahami maksud pesan atau informasi yng disampaikan. Hal ini di sebabkan beberapa masalah, di antaranya :

Komunikator, kesulitan biologis maupun gangguan psikologis dari komunikator. misal, komunikator yang gagap dan gugup

Media, meliputi hambatan teknis, hambatan geografis, hambatan simbol atau bahasa, dan hambatan budaya.

Komunikan, hambatan yang berkaitan dengan hambatan biologis seperti komunikan yang tuli. hambatan psikologis, seperti komunikan yang sulit konsentrasi dengan pembicaraan.

Interaksi Sosial,  hasil dari interaksi dapat bersifat positif, yaitu suatu interaksi yang mengarah kerja sama dan menguntungkan. Dan dapat juga bersifat negatif , yaitu suatu interaksi yang mengarah suatu pertentangan yang berakibat buruk atau merugikan,

Kultur,  istilah kultur merupakan penyebutan terhadap istilah budaya. Perbedaan kultur menyebabkan terjadinya: perbedaan persepsi, perbedaan style bahasa, penafsiran yang berbeda hingga tujuan pesan, Dan terjadi penolakan dalam komunikasi interpersonal.

Experience (pengalaman),  Perbedaan pengalaman antar individu  bermula dari perbedaan persepsi masing- masing tentang sesuatu hal. Perbedaan persepsi disebabkan oleh perbedaan kemampuan kognitif, afektif, dan konatif, sehingga kondisi ini akan memberikan perbedaan komunikasi interpersonal.

Disamping 6 (enam) faktor tersebut diatas, terdapat pula factor lain yang dapat menghambat komunikasi interpersonal, yaitu:

 

Faktor individual

Faktor individual yang meliputi faktor fisik sangat mempengaruhi kelancarankomunikasi atau konseling. Faktor fisik tersebut meliputi : kepekaan pancaindera, usia, gender. faktor ssosial juga mempengaruhi proses KIP/K, yang meliputi :

  1. Sejarah keluarga dan relasi, sejarah keluarga dan relasi yang baik akan mempermudah proses konseling,
  2. Jeringan sosial, orang yang punya wawasan dan pergaulan luas akan lebih mudahuintuk melakukan komunikasiinterpersonal dibandingkan yang jarana bersosialisasi,
  3. Peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial. Orang yang punya peran dan status sosial tinggi di masyarakatakan disegani dan nasehatnya akan dituruti oleh masyarakat.

Faktor yang berkaitan dengan interaksi

  1. Tujuan dan harapan terhadap komunikasi, hal ini dapat terjadi pada konselor yang memberikan konseling tidak sesuai dengan kebutuhan klien.
  2. Sikap terhadap interaksi, sikap yang teruka dan bersahabat sanagt mendukung komunikasi, sebaliknya orang tertutup akan sulit untuk berkomunikasi.
  3. Pembawaan diri seseorang terhadap orang lain, pembawaan diri seseorang sangat mempengaruhi komunikasi.
  4. Sejarah hubungan, sejarah hubungan adalah sesuatu yang telah lampau tetapi akan berpengaruh di masa sekarang maupun masa depan. Orang yang memiliki hubungan yang kurang harmonis di masa lalu apabila bertemu kembali akan terlihat canggung.

Kompetensi dalam melakukan percakapan

Komunikasi interpersonal dapat berjalan lancar dan mendatangkan hasil yang diharapkan, baik komunikator maupun komunikan perlu memiliki kemampuan dan kecakapan dalam melakukan komunikasi interpersonal. Kompetensi tersebut meliputi :

Empati adalah kecakapan memahami perasaan dan pengertian orang lain.

  1. Perspektif sosial adalah kecakapan melihat kemungkinan-kemungkinan perilaku seseorang yang kita ajak berkomunikasi.
  2. Kepekaan terhadap sesuatu hal dalam KIP/K
  3. Pengetahuan akan situasi dalam melakukan KIP/K
  4. Memonitor diri adalah kemampuan dalam menjaga  ketepatan prilaku dan pengungkapan komunikan.
  5. Kecakapan dalam tingkah laku antara lain keterlibatan dalam interaksi.

 

Pengertian Konseling

Secara etiomologi, konseling berasal dari bahasa Latin “Consilium” artinya dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, konseling berarti pemberian bimbingan oleh orang yang ahli kepada seseorang. Dalam situs Wikipedia bahasa Indonesia, konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang konselor kepada individu yang mengalami sesuatu masalah yang berakhir pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang mengalami hambatan, memecahkan sesuatu melalui pemahaman terhadap fakta,harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan klien (Sagala, 2011).

Konseling adalah proses pemberian informasi objektif dan lengkap, dengan panduan keterampilan interpersonal, bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya untuk mengatasi masalah tersebut (Sulastri, 2009).

Tujuan Konseling

Tujuan Konseling KB adalah membantu klien dalam hal:

  1. Menyampaikan informasi dan pilihan pola reproduksi
  2. Memilih metode KB yang diyakini
  3. Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif
  4. Memulai dan melanjutkan KB
  5. Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.

Fungsi Konseling

Fungsi konseling dalam kesehatan khususnya dalam praktik kebidanan adalah:

  1. Konseling dengan fungsi pencegahan merupakan upaya mencegah timbulnya masalah kesehatan.
  2. Konseling dengan fungsi penyesuaian dalam hal ini merupakan upaya untuk membantu klien mengalami perubahan biologis, psikologis, sosial, kultural, dan lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan.
  3. Konseling dengan fungsi perbaikan dilaksanakan ketika terjadi penyimpangan perilaku klien atau pelayanan kesehatan dan lingkungan yang menyebabkan terjadi masalah kesehatan sehingga diperlukan upaya perbaikan dengan konseling.
  4. Konseling dengan fungsi pengembangan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan upaya peningkatan peran serta masyarakat.

Langkah-Langkah Konseling

Dalam memberikan konseling dalam praktik kebidanan, khususnya bagi calon klien KB yang baru hendaknya dapat diterapkan enam langkah yang sudah dikenal dengan kata kunci SATU TUJU.

Penerapan SATU TUJU digunakan konselor untuk memandu proses konseling kepada klien/pasien.

Langkah dijabarkan SATU TUJU sebagai berikut:

SA

SApa dan SAlam kepada klien secara terbuka dan sopan. Berikan perhatian

sepenuhnya kepada mereka dan berbicara di tempatyang nyamanserta terjamin

privasinya. Tanyakan kepada klien apa yang perlu dibantu serta jelaskan pelayanan

apa yang diperoleh.

T

Tanyakan kepada klien informasi tentang dirinya. Bantu klien untuk berbicara mengalami pengalaman Keluarga Berencana. Tanyakan kontrasepsi yang diinginkan oleh klien. Coba tempatkan diri kita didalam hati klien.

U

Uraian kepada klien mengenai dan pilihannya dan diberi tahu apa pilihan kontrasepsi, bantu klien pada jenis kontrasepsi yang diingini.

TU

banTUlah klien menentukan pilihannya. Bantulah klien berpikir mengenai apa yang paling sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya. Doronglah klien untuk menunjukkan keinginannya dan mengajukan pertanyaan.

J

Jelaskan secara lengkap bagaiman menggunakan kontrasepsi pilihannya.

U

Perlunya dilakukan kunjungan Ulang. Bicarakan dan buatlah perjanjian kapan klien akan kembali untuk melakukan pemeriksaaan lanjutan atau permintaan

kontrasepsi jika dibutuhkan (Saifuddin, 2006).

Menurut Surya (2003) ada beberapa ciri-ciri/karakteristik kualitas konselor yang efektif , yaitu :

1.      Pengetahuan mengenai diri sendiri

Artinya seorang konselor memahami dengan baik baik dirinya, apa yang dilakukannya, masalah yang dihadapinya, dan masalah klien yang terkait dengan konseling.

2.      Kompetensi

Kompetensi  mempunyai makna sebagai kualitas fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral yang harus dimiliki konselor dalam membantu klien. Kompetensi sangat penting bagi konselor, karena klien datang pada konseling untuk belajar dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai yang lebih efektif dan bahagia.

3.      Kesehatan psikologis yang baik

Seorang konselor harus memiliki kesehatan psikis yang lebih daripada kliennya. Kesehatan psikologis yang baik bagi seorang konselor akan mendasari pemahaman perilaku dan keterampilan dan pada gilirannya akan mengembangkan satu daya positif dalam konseling.

4.      Dapat dipercaya

Artinya seorang konselor  bukan sebagai suatu ancaman bagi klien dalam konseling, namun sebagai pihak yang memberikan rasa aman dapat dipercaya dapat diwujudkan dalam hal sebagai berikut: menepati janji dalam setiap perjanjian konseling, dapat menjamin kerahasiaan klien, dan bertanggung jawab terhadap semua ucapannya dalam konseling

5.      Kejujuran

Artinya seorang konselor harus terbuka, otentik, dan sejati dalam penampilannya. Hal ini sangat penting mengingat bahwa keterbukaan atau kejujuran memudahkan konselor berinteraksi dalam suasana keakraban psikologis, dan konselor dapat menjadi model bagaimana menjadi manusia jujur dengan cara – cara yang konstruktif.

6.      Kekuatan atau daya

Artinya bahwa seorang konselor memerlukan kekuatan untuk mengatasi serangan dan manipulasi klien dalam konseling

7.      Kehangatan

Artinya sebagai suatu konsidi yang mampu menjadi pihak yang ramah, peduli, dan dapat menghibur orang lain. Kehangatan diperlukan dalam konseling karena dapat mencairkan kebekuan suasana, mengundang untuk berbagi pengalaman emosional dan memungkinkan klien hangat dengan dirinya.

8.      Pendengar yang aktif

Menjadi pendengar yang aktif bagi konselor sangatlah pensting karena dapat menunjukkan komunikasi dengan penuh kepedulian, merangsang dan memberanikan klien untuk berinteraksi spontan terhadap konselor, dan klien membutuhkan gagasan baru.

9.      Kesabaran

Dalam proses konseling, konselor tidak dapat memaksa atau mempercepat pertumbuhan psikologis klien untuk segera mengubah perilaku yang malapdatif. Hal ini membutuhkan kesabaran untuk mencapai keberhasilan sehingga konselor tidak memfokuskan pada klien akan tetapi lebih banyak terfokus pada cara dan tujuan.

10.  Kepekaan

Artinya seorang konselor sadar akan kehalusan dinamika yang timbul dalaam diri klien dan konselor sendiri. Kepekaan diri konselor sangat penting dalam konseling karena hal tersebur akan memberikan rasa aman bagi klien dan akan lebih percaya diri manakala berkonsultasi dengan konselor yang memiliki kepekaan.

11.  Kebebasan

Konselor yang mempunyai kebebasan mampu memberikan pengaruh secara signifikan dalam kehidupan klien, sambil konselorr memahami klien secara lebih nyata. Dalam hal ini konselor tidak memaksakan kehendak maupuan nilai – nilai yang dimilikinya, walaupun setiap konselor membawa nilai – nilai yang akan berpengaruh pada proses konseling.

12.  Kesadaran holistik atau utuh

Artinya konselor menyadari keseluruhan pribadi maupun tampilan klien dan tidak memandang klien dari satu aspek tertentu saja. Dengan demikian, konselor mampu memahami klien dari berbagai dimensi (dimensi pikiran, perasaan atau tindakannya).

Pengaruh Pemahaman Diri Terhadap Proses KIP/K

Memahami diri sendiri

Memahami diri disini bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita, bagaimana persepsi kita terhadap diri kita sendiri, bagaimana persepsi orang lain terhadap diri kita sama atau tidak. Misal mungkin kita  merasa ramah, namun menurut orang lain kita judes dan lain- lain. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa aku, aku kelemahanku, bagaimana perasaanku, apa keinginan kita dan sebagainya. Kita perlu memahami diri kita agar apa yang menjadi diri kita agar apa yang menjadi potensi dari dalam diri kita pertahankan ayau bahkan kita tingkatkan dan apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan kita bisa kita rubah atau kita tutupi, agar menjadi lebih baik, sehingga hal ini akan mengantar kita kearah kesuksesan.

Pengetahuan, keterampilan, sikap yang dimiliki konselor

Perilaku seseorang dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu aspek kogniktif, aspek psikomotor dan aspek afektif ( perasaan, sifat, sikap ).

Pengetahuan yang harus dimiliki Bidan tidak hanya pengetahuan kebidanan saja tapi dalam  bidang ilmu lain, karena antara satu ilmu satu dengan ilmu yang lain saling berkait. Antara lain pengetahuan tentang psikologis, kesehatan reproduksi, kebidanan dan kandungan, keluarga berencana, kesehatan neonatus, bayi dan balita, ilmu sosial budaya, pengetahuan tentang hubungan antar manusia, komunikasi interpersonal, pengetahuan tentang konseling dan sebagainya.

Keterampilan yang perlu dimiliki Bidan tentunya semua keterampilan yang sesuai dengan kompetensi Bidan yaitu ada sembilan kompetensi Bidan. Dalam komunikasi dan konseling keterampilan yang harus dapat dikuasai Bidan adalah keterampilan dalam melakukan komunikasi antara lain : terampil dalam membantu memecahkan masalah yang dihadapi klien, terampil dalam melakukan komunikasi interpersonal, terampil dalam menggunakan alat bantu visual untuk pemberian informasi, terampil dalam mengatasi masalah genting yang dihadapi klien, terampil membantu klien mengambil keptusan dan sebagainya.

Sikap yang sebaiknya dimiliki bidan adalah mempunyai motivasi yang tinggi untuk membantu orang lain, bersikap ramah, sopan santun, menerima klien apa adanya, empati terhadap klien membantu dengan ikhlas, terbuka terhadap pendapat orang lain.

Pengaruh pemahaman diri terhadap KIP/K

Pentingnya pemahaman diri adalah karena Bidan bekerja dengan melibatkan banyak aspek, orang dan kondisi. Bidan perlu memahami bahwa setiap orang mempunyai bio- psiko-sosial-spritual yang berbeda. Sehingga perlu pemahaman diri untuk menghadapi orang dengan berbagai karakteristik. Bidan harus mampu memahami untuk bisa menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus mengetahui bagaimana dia harus mengambil sikap, dan ini bisa menghindarkan dari hal- hal yang tidak diinginkan. [soepri]

Komentar
  1. tuxlin mengatakan:

    mantap, mayan buat bahan kuliah… :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s