Materi Pembelajaran Pendidikan Seks

Posted: Desember 19, 2009 in pendidikan seks

Pendidikan Seks pada dasarnya bertujuan untuk memberikan informasi yang benar tentang segala hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Dari pendidikan ini diharapkan remaja memahami seluk beluk anatomi dan fungsi alat reproduksinya sehingga bisa memikirkan lebih jauh resiko apa yang akan didapat ketika berpeilaku seksual. Pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif dan tepat sasaran dapat diberikan dengan cara sebagai beikut (Tim Sahabat Remaja PKBI DIY, 2000: 82)
a. bersikap jujur, realistis, terbuka terhadap masalah seksualitas
b. memberikan informasi yang factual dan dapat dipercaya
c. informasi yang diberikan harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak
d. mendukung penentuan nilai pribadi mereka tentang seks dengan
e. mempertimbangkan nilai dan norma di sekitarnya serta berperilaku seks yang sehat (secara fisik, sosial dan psikis).

Untuk menjaga dan memastikan komprehensifitas pendidikan seks perlu ada beberapa materi standar yang mewakili seluk beluk kesehatan reproduksi. Minimal ada enam prinsip pendidikan kesehatan reproduksi yang harus diperhatikan (Tim Sahaja PKBI DIY, 75 – 76) :
a. Perkembangan manusia : anatomi, reproduksi dan fisiologi
b. Hubungan antar manusia : keluarga, teman, pacaran dan perkawinan
c. Kemampuan personal : nilai, pengambilan keputusan, komunikasi dan negosiasi
d. Perilaku seksual: abstinance dan perilaku seksual lain
e. Kesehatan seksual : Kontrasepsi, pencegahan PMS dan HIV/AIDS, aborsi dan kekerasan seksual
f. Budaya dan masyarakat : peran gender, seksualitas dan agama.

Upaya lebih mengobyektifkan pendidikan seks yang sekarang ini masih dianggap tabu memerlukan langkah penjabaran materi pendidikan seks itu sendiri secara lengkap dan luas. Sampai saat ini pendidikan seks masih dan hanya dianggap sebagai pembelajaran organ reproduksi saja dan tidak menyangkut hal-hal yang lebih relasional humanis.
Kajian tentang penjabaran materi pendidikan yang berdasar pembagian atas 6 prinsip diatas menjadi acuan untuk lebih memberikan wawasan bahwa pendidikan seks mempunyai keluasan yang sangat berpengaruh pada perkembangan reproduksi dan seksual seorang manusia.
Pijakan awal dalam pemahaman pendidikan seks harus dimulai dari konteks Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual, hak ini dijadikan landasan pijakan betapa pendidikan seks mempunyai keluasan materi seperti yang dimaksud diatas. Hak Reproduksi dan Seksual memiliki ruang yang berelasi dengan psikis, fisik dan sosial termasuk didalamnya budaya.

Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual itu sendiri ditetapkan dalam sebuah Konferensi Internasional dengan nama International Conference on Population and Development (ICPD) yang di adakan di Cairo, Mesir pada tahun 1994 yang dihadiri oleh 179 negara. Konferensi ini untuk memperbincangkan persoalan kependudukan atau demografi, yang pada konferensi menitiktekankan pada fokus individu tentang kebutuhan dan hak-hak, bukan pada demografis untuk mencapai target.

Isi 12 (dua belas) Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual, yakni :
1. Mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi
2. Mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi
3. Kebebasan berpikir dan membuat keputusan tentang kesehatan reproduksi
4. Memutuskan jumlah dan jarak kelahiran anak
5. Hidup dan terbebas dari resiko kematian karena kehamilan, kelahiran, atau masalah gender
6. Kebebasan dan keamanan dalam pelayanan kesehatan reproduksi
7. Bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk
8. Mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengtahuan di bidang kesehatan reproduksi
9. Kerahasiaan pribadi
10. Membangun dan merencanakan keluarga
11. Kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik
12. Kebebasan dari segala bentuk diskriminasi

Materi pendidikan seks yang dikaji oleh PKBI DIY dengan melakukan studi pustaka yang bersumber dari lebih dari 30 buku ataupun modul baik dalam dan luar negeri. Telaah buku dan modul berhasil menemukan titik persamaan antar modul dengan kajian kesehatan reproduksi dan seksual berhasil merumuskan dengan menjabaran meteri pendidikan seks menjadi 6 bab dan 29 pokok bahasan.

Pendidikan seks yang telah dijabarkan dalam per sesi materi memberikan peluang untuk disampaikan kurang lebih 45 kali pertemuan, sehingga menjadikan pendidikan seks sebuah materi yang holistik yang luas dan relasional humanis.

Pendidikan seks yang terdiri dari 6 bab dan 29 pokok bahasan, adalah sebagai berikut :

I. Hubungan antar Manusia
A. Keluarga
1. tujuan berkeluarga
2. komunikasi intensif dalam keluarga
3. kasih sayang dalam keluarga
4. interaksi dalam keluarga
5. fungsi keluarga
B. Pertemanan (saling membutuhkan antar manusia)
1. komunikasi agresif dengan orang lain
2. komunikasi pasif dengan orang lain
3. komunikasi asertif dengan orang lain
C. Pacaran
1. Pacaran sehat secara fisik
2. Pacaran sehat secara psikis
3. Pacaran sehat secara sosial
D. Perkawinan
1. Tujuan perkawinan
2. Perencanaan perkawinan

II. Perkembangan manusia
A. Gambaran umum perkembangan manusia secara fisik
1. Proses kejadian manusia secara sains (kehamilan)
2. Organ reprodukasi wanita
3. Organ reproduksi pria
4. Menstruasi
5. Mimpi basah
B. Gambaran umum perkembangan manusia secara psikis
1. Anak
2. Remaja (pubertas)
3. Dewasa

III. Pengembangan Diri
A. Mengenal dan menerima diri
1. Mengenal diri dan menemukan konsep diri
2. Kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain
B. Mengembangkan kepercayaan
1. Definisi kepercayaan
2. Mempercayai dan dapat dipercaya
3. Saat yang tepat untuk dapat mempercayai orang lain
4. Kepercayaan sebagai sebuah dugaan pribadi
C. Membuka diri
1. Segala hal mengenai membuka diri
2. Menerima umpan balik
D. komunikasi inter personal
1. Pengertian komunikasi
2. Menyampaikan Pesan Secara Efektif
3. Menyatakan Perasaan
4. Mengekspresikan perasaan secara verbal
5. Menyatakan perasaan secara non verbal
E. Mendengar secara aktif
1. Pengertian mendengarkan
2. Beberapa macam cara mendengarkan
3. Memberikan respon terhadap permasalahan orang lain
4. Respon yang tepat
5. Membantu menyelesaikan masalah orang lain
F. Konflik
1. Strategi memecahkan konflik
2. Manfaat konflik
3. Konflik yang membangun dan merusak
4. Strategi mengatasi konflik
5. Hal-hal yang mempengaruhi penyelesaian konflik
6. Tips menghadapi konflik secara efektif
G. Strategi pemecahan masalah
H. Merencanakan masa depan

IV. Perilaku seksual
A. Gambaran umum tentang perilaku seksual
B. Mengelola dorongan seks
C. Abstinance
D. Orientasi seksual
1. Heteroseksual
2. Homoseksual
3. Biseksual
4. Transeksual
E. Perilaku Seksual
1. Kissing
2. Necking
3. Petting
4. Intercouse
5. Anal
6. Oral
7. Vaginal
8. Masturbasi/Onani
F. Kelainan Seksual
1. Zoofilia (bestialitas)
2. Exhibitionisme
3. Voyeurisme
4. Pedhophilia
5. Necrofilia
6. Masochisme
7. Sadisme
8. Hiperseks

V. Kesehatan Seksual
A. 12 Hak Reproduksi
B. Kontrasepsi
1. Definisi Kontrasepsi
1. Macam-macam kontrasepsi
2. Keuntungan dari kontrasepsi
3. Kerugian dari kontrasepsi
4. Hak-hak konsumen untuk akses kontrasepsi
5. Hak-hak remaja untuk akses kontrasepsi
C. Kekerasan
1. Kekerasan fisik
2. Kekerasan psikis
3. Kekerasan sosial
4. Kekerasan seksual
5. Tindakan hukum bagi perilaku kekerasan/pelecehan seksual
6. Tips menghadapi kekerasan/pelecehan seksual
D. Kehamilan Yang Tidak Dikehendaki
1. Definisi KTD
2. Penyebab KTD
3. Pemecahan Masalah KTD
4. Meneruskan kehamilan
5. Menghentikan kehamilan
E. Aborsi
1. Definisi Aborsi
2. Jenis-jenis aborsi
3. Alasan individu untuk aborsi
4. Dampak dari aborsi
F. IMS
1. Definisi IMS
2. Jenis –jenis IMS
3. Cara penularan IMS
4. Penyebab dari IMS
5. Gejala-gejala dari IMS
6. Pengobatan untuk IMS
7. Mitos-mitos yang terjadi di masyarakat tentang IMS
G. HIV/AIDS
1. Definisi HIV/AIDS
2. Penyebab HIV/AIDS
3. Sejarah HIV/AIDS
4. Cara penularan HIV/AIDS
5. Fase/Tahapan HIV/AIDS
6. Pencegahan HIV/AIDS
7. Mitos yang terjadi di masyarakat tentang HIV/AIDS
8. ODHA
9. Stigma dan diskriminasi untuk ODHA
10. Dukungan dan perlindungan terhadap ODHA
11. Pengobatan HIV/AIDS
H. NAPZA
1. Definisi NAPZA
2. Jenis-jenis NAPZA
a. Dihisap
b. Dihirup
c. Disuntikan
3. Efek menggunakan NAPZA
a. Depresan
b. Stimulan
c. Halusinogen
4. Faktor penyebab NAPZA
a. Kondisi remaja
b. Komunikasi orangtua
c. Tanggungjawab masyarakat
d. Tanggungjawab negara
5. Pencegahan
a. Mengurangi Suplai
b. Mengurangi Penggunaan
c. Pengurangan Dampak
d. Penegakan Hukum

VI. Budaya dan Masyarakat
A. Gender
1. Gambaran umum tentang Gender
2. Definisi dan Istilah Gender
3. Pengertian dan Perbedaan Gender dengan Sex
4. Pembagian peran menurut Jenis Kelamin
5. Akar dan penyebab ketimpangan gender
a. Struktur budaya
b. Struktur social
c. Struktur politik
d. Struktur politik
e. Struktur ekonomi
f. Penafsiran agama
g. Dampak ketimpangan gender dalam kehidupan remaja
6. Pola ketimpangan gender (subordinasi, marginalisasi, sterotype, double burden, violence)
7. Persoalan keterkaitan antara peran gender dengan persoalan seksualitas / kesehatan reproduksi
a. Proses sosialisasi gender dan seksualitas laki-laki dan perempuan
b. Konsep cinta dan pacaran
c. Akses dan keterbukaan mengenai seksualitas
d. Perilaku seksualitas dan gender
B. Agama, Kehidupan Sehari-hari dan Seksualitas
1. Persoalan seksualitas dan agama
a. Perkembangan manusia dalam doktrin agama
b. Agama dan sexual taboo dalam perilaku dan orientasi seksual
c. Agama dan isu IMS dan HIV/AIDS
d. Agama dan isu kaum marginal
2. Fenomena seksualitas dalam kehidupan sehari-hari
a. Pembahasan mengenai fenomena seksualitas aktual
b. Proses menggali kepekaan social dan budaya dalam persoalan seksualitas
c. Perspektif yang mendukung remaja dalam melihat fenomena seksualitas dalam kehidupan sehari-hari. [soepri]

Diolah dari berbagai sumber.

Komentar
  1. rosiana mengatakan:

    betul sekali pendidikan semacam itu perlu kita berikan sejak dini tentunya yang sudah di sesuaikan dengan usia.itu juga sama persis dg yg saya pelajari di Pendidikan Remaja Sebaya

  2. deni mengatakan:

    jadi kesimpulannya apa ya perbedaan pend seks dan kespro

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s